oleh

Launching FWB  Bertemakan Peran Pers Dalam Mengawal Demokrasi

Detik Bhayangkara.com, Bojonegoro- Di rumah makan Bebek Harissa bertempat di Jalan M.T Haryono tepatnya sebelah barat pom bensin Kelurahan Jetak, digelar acara lounching Organisasi FWB (Forum Wartawan Bojonegoro) yang dikemas dengan jagongan serta diskusi yang bertemakan peran Pers Dalam Mengawal Demokrasi, pada (26/02/2019) 09.00 wib hingga selasai.

Gelar lounching tersebut juga dihadiri oleh Kabag Humas Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiarto yang mewakili Bupati, AKP Wijiyanto mewakili Polres, H. Taufan, dan Pimprus media Terasjatim (narasumber), dengan di moderatori oleh Syafik dari media online Damarkita, Netizen dan LSM serta 17 anak yatim/piatu.

Doa mengawali acara dan selanjutnya pemotongan tumpeng, selepas pemotongan tumpeng oleh Humas Pemkab diserahkan kepada Sukisno selaku Ketua FWB juga sebagai pimpred media Rakyat Independen sebagai simbol launching FWB, dilanjut dengan pemberian santunan ke anak yatim/piatu dan diteruskan jagongan bersama.

Kali pertama sambutan, oleh Humas Pemkab Heru Sugiharto, menyampaikan jika Bupati Bojonegoro DR. Hj. Anna Muawanah tidak dapat hadir karena bertepatan dengan acara lainnya, tetapi menitipkan salam dan mengucapkan selamat dengan dilaunchingnya FWB semoga dalam era Demokrasi ini pers dapat memberikan suatu iklim kesejukan politik.

“Mengawali sambutan ini saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyambut baik dan sekaligus mengucapkan selamat atas kegiatan launching FWB ini mudah-mudahan ini merupakan momentum awal yang baik bagi kita untuk bersilaturahmi dan menjalin kerjasama di masa masa yang akan datang dan Pemkab berharap pers dapat memberi saran maupun kritik membangun, agar pemerintahan dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku ,” ungkapnya.

Selanjutnya AKP Wijiyanto dalam kesempatannya mengatakan hal yang sama, bila pers sangat berperan aktif menjaga suatu kondusifitas dalam berdemokrasi.

“Tugas pokok dari kepolisian adalah menjaga keamanan Kamtibmas, tentu saja didukung oleh pemberitaan positif tidak mengandung hoax dari rekan rekan media ,” tuturnya.

Yang disampaikanya oleh ke dua nara sumber, dan ditambahi lagi dari pernyataan H. Taufan jika pemkab harus sering kali membuat suatu diskusi ataupun jagong bareng, karena dengan diskusi bersama maka secara tidak langsung menjalin suatu hubungan ikatan emosional tersendiri dengan rekan media.

” Selain diskusi bersama, mungkin ada namanya suatu take and give yakni pers sering memberitakan kegiatan Pemkab dengan adanya suatu advetorial yang mana media tersebut sudah memenuhi persyaratan secara administrasi,” terang H. Taufan.

Diakhir acara, Sukisno ketua FWB menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga acara launching dapat diadakan sesuai dengan rencana, serta menyampaikan jika FWB ini ada tidak lain sebagai wadah rekan media, baik media cetak atau online maupun tv, tetapi yang pasti semua rekan yang tergabung disini ingin dapat menjadi seorang wartawan yang benar, sesuai aturan dan kode etik jurnalistik yang juga ingin mengikuti UKW (Uji Kompetensi Wartawan) sebagai salah satu kelayakan menjadi seorang wartawan.

” Selain sebagai wadah berkumpulnya rekan media, kami juga ingin mengikuti UKW, dan nantinya yang lolos UKW mau ikut ke organisasi baik PWI, AJI ataupun lainya monggo karena itu adalah hak masing – masing tidak ada suatu keterikatan,” pungkasnya. [imam]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed