oleh

Galian C di Sukopuro di Soal, Oknum Wartawan Angkat Bicara

Detik Bhayangkara.com, Kab. Malang- Ada yang menarik dalam kasus galian C di desa Sukopuro kecamatan Jabung. Pasalnya, saat awak media Detik Bhayangkara.com merilis terkait legalitas galian tersebut, dalam perkembangannya muncul oknum Wartawan, RL (inisial, Red) yang mengaku bahwa dirinya yang menguruskan legalitasnya.

 Oknum wartawan tersebut mempertanyakan kepada redaksi, apa ada yang kurang terkait ijin pertambangan tersebut.

” saya yang menguruskan ijinnya Bang, apa ada yang kurang ? Kalau terkait UKL- UPL sudah ada,” tanya RL via seluler, Jum’at (26/4).

Dari kejadian tersebut, terjadi kejanggalan karena bukan pengusaha galian yang konfirmasi kepada redaksi Detik Bhayangkara.com, tetapi dari teman wartawan yang mempertanyakannya, apalagi oknum wartawan tersebut mengaku yang menguruskan legalitasnya.

Kadiv Investigasi Lembaga Pemantau Pengawas dan Investigasi Aparatur Negara Republik Indonesia (LP2I), Rudy setyo Hadi, ST kembali menegaskan, bahwa Wartawan atau jurnalis atau pewarta adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur.

” sehingga pengertian wartawan adalah orang yang bekerja mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik media cetak ataupun elektronik. Yang mana disebut wartawan adalah meliputi reporter, editor, juru kamera berita, juru foto berita, redaktur dan editor audio visual,”

Ditambahkan Rudy, dalam UU No. 40 Tahun 1999: Wartawan adalah orang yang teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik (Pasal 1 ayat 4), sehingga diharapkan dengan kemampuan dan pengetahuannya, dapat memberikan informasi yang positif kepada masyarakat.

” silahkan dibaca lagi dalam perijinan tersebut, kesalahannya terletak dimana, dan masyarakat berdampak belum mendapatkan kompensasi, bisa dilihat dalam gambar, puluhan dump truck mengantri didepan rumah warga, karena lokasi pertambangan tersebut berhimpitan langsung dengan rumah warga,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed