oleh

SMPN 4 Demak Gelar Pelepasan Siswa

Detik Bhayangkara.com, Demak- Dunia Pendidikan merupakan sarana untuk menimba ilmu demi mencapai cita- cita setinggi mungkin, agar kelak dikemudian hari bagi siswa yang telah lulus menempuh ujian akhir dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Demikian sambutan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Demak Jawa Tengah, Mulyadi,S.Pd,M.Si dalam acara pelepasan siswa kelas IX Tahun 2018/2019 mengatakan, kepada para siswa kelas IX yang sudah lulus dalam menempuh ujian akhir, saya mengucapkan selamat jalan dan selamat berpisah, semoga kelulusan para siswa dapat melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya.

Pesan dan kesan yang disampaikan oleh kepala sekolah smp negeri 4 Demak sangat menarik dan haru, berkesan bagi para lulusan ,wali murid dan para undangan. Apalagi tatkala para siswa yang telah lulus khususnya kelas IX masing- masing siswa sujud dipangkuan orang tua, baik itu para siswa, orang tua bahkan para undangan hampir semua mencucurkan air mata.

Acara semacam ini selalu digelar setiap tahun, Namun kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena disertai dengan acara sujud syukur dan rasa penyesalan para siswa kepada orang tuanya yang berbuat kesalahan dan dosa.Inilah yang menjadikan rasa haru sehingga para siswa, wali murid dan para tamu undangan tidak dapat membendung airmata.

Ikut memeriahkan acara tersebut, pencak silat dan tari kolosal yang diperankan para siswa SMP Negeri 4 Demak, dalam tari kolosal ada kisah ” Babat Alas Glagah Wangi ” dalam sepenggal kisah Babat Alas Glagah Wangi adalah cerita dari legenda besar cika bakal berdirinya Kesultanan Demak Bintoro.

Cerita berawal dari bulatnya tekat dari Raden Hasan yang lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Sultan Fatah, untuk membuka hutan besar di pesisir lor Pulau Jawa yang konon di daerah tersebut dihuni oleh barang makhluk halus seperti jin, setan, iblis, gondoruwo, siluman, dan hewan buas.

Hutan pesisir lor untuk dijadikan pemukiman sekaligus pusat syiar islam di tanah jawa, sekarang kota Kabupaten Demak yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerto raharjo, murah sandang pangan lan papan kanti penggautan masyarakat Demak yaitu tani.

Dalam acara tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Demak juga menyerahkan piagam dan uang kepada 10 siswa berprestasi.

Berikut prestasi SMP Negeri 4 Demak dalam bidang olah raga  dalam Tahun Pelajaran 2018/2019 telah meraih kejuaraan seperti :

  1. Cabang Atletik di POPDA( Pekan Olah Raga Daerah) diraih Berlian Ponco Wibowo juara 1.
  2. lempar takraw diraih Faidatul Kirasih juara 1.
  3. Dwi Setia wati juara 2 lempar takraw,
  4. Andika Ferdiansyah juara 1 lari 800 M.
  5. Aisyah Dwi Lestari juara 1 lompat jauh,Dwi Firmanda Ardianto juara 2 lompat jauh.

Cabang Pencak Silat:

  1. Hilman Maulana juara 3 Popda di Semarang.
  2. juara 3 karesidenan Sarang,Nur Muhammad Eka Revandi juara 3 Popda Propinsi di Semarang,
  3. Mustofa juara 3 Kabupaten Demak,
  4. Rani Putri Rustiani juara 2 Kabupaten Demak,
  5. Siska Amelia Fariani juara 3 Kabupaten Demak,
  6. Renita Triastanti juara 3 Kabupaten Demak.

Cabang Karate:

  1. Abdur Rahman Yudiartha juara 3 O2SN

Cabang Renang:

  1. Frida Indah Setiani juara 3 gaya bebas Kabupaten,
  2. Revalin Ellen Niandria juara 2 dan 3 gaya dada Kabupaten dan O2SN

Cabang Dayung:

  1. Muhammad Anor Irawati juara 2 nomor ganda TK Propinsi
    Cabang Bola Basket:
    Juara 2 Putri TK Karesidenan mewakili Kabupaten Demak, Juara 1 putri Kabupaten Demak.

Di ruang terpisah Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Demak Mulyadi,S.Pd,M.Si mengatakan kepada awak media Detik Bhayangkara.com bahwa, peran serta masyarakat dalam dalam kemajuan suatu bangsa tidak dapat dipisahkan .Kita semua adalah elemen penting dalam menjadi agen perubahan kemajuan suatu bangsa melalui inovasi, efektifitas dan pengembangan ilmu pengetahuan dengan berpondasi iman dan taqwa.

” Di era dunia digital yang tanpa batas ini, informasi dapat diperoleh di mana saja dan dari siapa saja.Generasi harus berusaha dan mampu menjadi bijak terutama dalam penggunaan media sosial, ” ucapnya.

Masih menurut Mulyadi, Kita bisa berguna dan bertambah pintar apabila menggunakan media sosial dengan benar. Tetapi kita bisa menjadi penyebar Hoax dan menjadi keliru apabila kita menggunakan media sosial dengan tidak bijak dan benar.

” tentang Hoax perlu diketahui. Hoax adalah berita yang belum jelas kebenarannya, kebencian ada diberbagai bidang , ideologi, ekonomi, politik, dan lainnya. Sedangkan tujuan Hoax adalah menggiring opini sehingga terbentuk persepsi negatif,” pungkasnya. (Sahala)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed