oleh

Mencari Sosok Pemimpin Yang Berdedikasi Dan Berintegritas di Kediri

-politik-1.923 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri Raya-  Kabupaten Kediri diapit oleh 5 Kabupaten, yakni :
– Sebelah Barat :Tulungagung dan Nganjuk
– Sebelah Utara : Nganjuk dan Jombang
– Sebelah Timur : Jombang dan Malang
– Sebelah Selatan : Blitar dan Tulungagung.

Dari begitu luasnya wilayah, permasalahan yang selalu di hadapi oleh masyarakat Kediri hanya berkutat pada itu-itu saja, yakni sulitnya mencari sosok pemimpin yang amanah, jujur, tegas dan bisa mengayomi semua golongan masyarakat.

Menurut sesepuh kediri Letkol. Inf (purn) Mujiyo yang akrap di sapa Ndan Jiyo saat cangkruan dan ngopi bareng di seputaran SLG (Sor keresen) mengatakan, kediri itu kabupaten yang luas dan kaya, kalau pemimpinnya amanah dan jujur serta mau berjuang, bekerja untuk rakyatnya tidak hanya mikirkan kroninya saja tidak ada cerita di kediri ada kasus Stunting (Gizi buruk).

” sangat memalukan sekali sebab kediri termasuk kabupaten yang mendapat perhatian kusus dari Dinkes Jatim terkait Stunting,” katanya.

Coba banyangkan, imbuhnya,  kekayaan kediri yang melimpah seperti tambang pasir yang membentang sepanjang lereng kelut, jika di kelola profesional dan transparan niscaya akan menghasilkan pendapatan daerah yang tinggi.

”Kabupaten kediri saat ini darurat kepemimpinan yang amanah, jujur dan bisa mengayomi semua golongan, kita tidak mencari pemimpin yang pintar sebab kalau kriterinya orang pintar maka niscaya setelah jadi pemimpin akan minteri masyarakatnya,” ujarnya.

Masih menurut Ndan Jiyo, kediri juga di lewati oleh sungai brantas, tapi mengapa para petani di kediri masih susah air untuk pertanian, coba lihat saat ini hampir semua petani menggunakan diesel untuk mengairi sawahnya, untuk itu sudah saatnya ganti pemimpin yang punya wawasan yang luas dan yang disegani bukan ditakuti.

”Masyarakat kediri sebagian besar petani, pemimpin baru nanti harus bisa memecahkan masalah pertanian seperti sulitnya air saat kemarau, kalau mungkin di buat semacam bendungan atau embung untuk menampung air kenapa tidak dilakukan sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan, selain itu sarana irigasinya juga harus baik. Kalau nanti pemimpin kediri berasal dari KBA (keluarga besar ABRI) akan lebih mantap,” tuturnya.

Hal serupa terucap dari Siti Isminah (49) warga Desa Sidorawuh Kecamatan Kayen Kidul, aktivis wanita yang akrap di sapa Mak Is mengatakan, masyarakat kediri itu jumlahnya lebih dari satu juta masak tidak ada yang mumpuni, yang di gadang hanya Dinasty melulu lha emangnya di kediri tidak ada yang bisa memimpin.

” percuma saja ada banyak partai kalau tidak bisa memunculkan calon atau jago lain yang bisa berkompetisi melawan Dinasty, partai jangan hanya “Yes Man” saja, calon dari kalangan sipil banyak dari unsur militer juga banyak,” ucapnya.

Saat ini yang layak di perhitungkan seperti Ir. H. Insaf Budi Wibowo, SH, MM yang akrap di sapa mas Gaguk dari Pare, sedang dari unsur militer seperti Kolonel Inf. Lilik Sutikno, S.IP, dari Boto, Sidomulyo, Wates.

Masih menurut Mak Is, Dua tokoh tersebut sangat layak maju untuk berkompetisi di Pilbup Kediri tahun 2020 mendatang, karena keduanya memiliki integritas dan dedikasi tinggi pada NKRI, yang di cari di kediri adalah pemimpin yang jujur, amanah dan tegas, bukannya yang ditakuti dan di sembah, jangan cepat percaya sama hasil survei yang tidak jelas tidak netral apalagi survei tersebut pesanan seseorang.

”Pilbup tahun 2014 yang lalu, ada calon dari selebriti/artis, ada dari pengusaha, ada dari independen tapi semuanya gablok, melempem sebelum bertarung, mudah diukur seberapa nyali mereka itu, pokoknya saya berpesan pada semua masyarakat kediri, mari kita bersama mensukseskan Pilbup dan mengganti pemimpin Kediri dari Dinasty,” pungkasnya. (Rs’08)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed