oleh

Brontoyudo Gugurnya Sengkuni dan Duryudono

-daerah-4,690 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri Raya-  Ribuan pasang mata tertuju ke panggung pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Dusun Bukaan Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kediri, Selasa (10/9/2019) sekira 21.00 wib.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Didik Wibisono, SPd dari Kediri tersebut, diselenggarakan di kediaman Supadi. SE yang juga menjabat Kepala Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kediri. Pagelaran ini merupakan rangkaian kegiatan bersih Dusun yang akan di laksanakan di seluruh Dusun di Desa Tarokan Kediri.

Dalam pidato awal sambutannya, tuan rumah Supadi. SE mengucapkan salam hormat kepada Muspika Tarokan, Camat Tarokan atau yang mewakili, Danrami Grogol, Kapolsek Tarokan atau yang mewakili, seluruh perangkat Desa Tarokan, seluruh lembaga Desa RT/RW, warga dusun bukaan, Karang taruna Prabu, seluruh tamu undangan, warga dusun Bukaan kususnya dan warga Tarokan umumnya. Sebagai wakil warga dusun Bukaan dan atas nama sebagai Kepala Desa Tarokan.

“hari ini kita bersama melaksanakan acara bersih dusun Bukaan desa Tarokan, kita buka di sini kita awali dari Bukaan untuk mensejahterakan masyarakat Tarokan ke depan, mudah-mudahan dengan acara bersih dusun, malam ini masyarakat Tarokan umumnya dan kususnya Bukaan sejahtera semua masyarakat sehat semua desanya, dusunnya damai rukun semuanya tidak ada “Sing Dongkreh” dan mudah-mudahan pagelaran pada malam hari ini dapat Ridho Allah SWT, diberikan kemudahan kelancaran sampai paripurna acara sampai selesai,” ucapnya.

Wayang pada hari ini merupakan kelanjutan dari perjalanan acara bersih dusun di semua dusun di Desa Tarokan. Kegiatan ini diawali di Dusun Gebangkerep tanggal 3/9/2019, di Dusun Sukorejo tanggal 9/9/2019, hari ini Bukaan besuk malam 14/9/1019 di Balai Desa Tarokan, tanggal 17/9/2019 di Dusun Geneng, 22/9/2019 di Dusun Wates dan 28/9/2019 di Dusun Tarokan.

“Semua pagelaran ini saya persembahkan pada seluruh warga Desa Tarokan di semua Dusun gratis, biar semuanya riang gembira. Pada malam hari ini saya mengambil lakon “Brontoyudo Gugurnya Sengkuni dan Duryudono”, kenapa..?? banyak sengkuni yang ada di Tarokan harus kita basmi, “setuju…??
Kalau negara atau desa masih banyak Sengkuninya maka tidak akan maju, makanya malam ini kita berantas semua Sengkuni yang ada di Desa Tarokan untuk kemajuan Desa Tarokan,” ucapnya.

Poniman (46) warga Tarokan mengatakan, bahwa selama desa Tarokan dipimpin Pak Lurah Supadi, masyarakat sangat merasakan adanya perubahan dan kemajuan serta tambah sejahtera.

“akses jalan semuanya sudah kinclong dan mulus, masyarakat mau bawa hasil pertanian seperti mangga, kunir, bunga rosela dengan mudah. Apalagi jalanan yang dulu gelap sekarang sudah terang semua,” ucapnya.

Masih menurutnya, bahwa jadi kepala desa sebesar Tarokan yang terdiri dari sepuluh Dusun tidak boleh main-main, apalagi dengan coba-coba saja, apalagi gengsi, kasian nanti masyarakatnya.

“Saya merasakan selama di kendalikan Lurah Supadi sangat banyak sekali perubahan dan perbaikan di segala bidang, pokoknya Pak Lurah Supadi memang Polke (Jempol dan oke), semoga dalam memimpin desa bisa aman tentram sejahtera dan bisa lanjut pada periode ke dua,” pungkasnya. (Rs’08)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed