oleh

Semua Diam Seribu Bahasa, Saling Lempar Tanggung Jawab

-daerah-3.166 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri Raya-  Bola panas sudah menggelinding liar di Bulusari yang dipastikan akan menyapu bersih semua orang yang main-main pada proses pembebasan lahan bandara Kediri. Orang-orang yang “Diduga” mengetahui, mengerti proses pembebasan dan pembelian lahan yang katanya untuk proyek mercusuar bandara Kediri seakan menghilang, diam seribu bahasa dan seolah tidak tahu menahu permasalahan yang lagi memanas di lapangan.

Sewa menyewa lahan yang diduga melibatkan juga orang dalam perusahaan sendiri, lagi ramai buat bahan pergunjingan masyarakat luas.

Untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan, nara sumber identitasnya ditulis inisial. Selain itu untuk memastikan asal mula yang memerintahkan sewa menyewa lahan bandara awak media menggali dan menghubungi dari banyak sumber yang disinyalir mengetahui permasalahan.

Menurut SH (insial, Red) (56) tokoh warga Bulusari mengatakan, bahwa luas lahan yang disewakan pada masyarakat antara 25 sampai 30 Ha. Dulu pada saat pembayaran pihak perusahaan mengatakan pada umum dan bukan rahasia lagi bahwa perusahaan hanya membeli tanahnya saja.

”jadi jika di atas lahan tersebut ada tanamannya dan pohonnya juga bangunan (rumah) di serahkan pada yang punya. Selain itu masyarakat boleh menanaminya lagi dan harus berhenti saat pembangunan bandara di mulai tanpa ada ganti rugi lugi,” ucapnya.

Masih menurut SH, masyarakat merasa kecewa, kok di minta menyewa juga tanah yang dulu mereka miliki, katanya di bolehkan menanami lagi dan harus berhenti saat proyek di mulai, kan tidak mungkin masyarakat langsung berhenti bertani biarpun sudah dapat ganti rugi.

”dia itu masih dalam tahap penyesuaian dari yang biasanya bertani di sawah langsung diam di rumah, lha makanya bekas tanahnya yang jual dulu dia tanami lagi sambil nunggu pekerjaan lainnya,” ucapnya.

Tambah SH, masyarakat sadar kalau tanahnya bukan lagi milik mereka dan sewaktu proyek di mulai diserahkan lagi, tapi mengapa kok ya disuruh sewa juga,” ucapnya.

Untuk mencari kepastian sewa menyewa, awak media berusaha menghubungi “SRN” manager salah satu perusahaan pembebasan di No Hp 081. 235.972.0XX tetapi tidak mau angkat, dan balas WA serta SMS, begitu juga ke “MKS” lewat telp, WA, SMS di no 081.232.568.XX juga tidak mau angkat dan balas dan terakhir ke “RL” , dihubungi lewat telp, WA, SMS pada no 085.233.148.1XX juga tidak mau angkat serta tidak mau balas malah diblokir (bersambung). (Rs’08)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed