oleh

Ini Kata Dewan Pendiri FBI Terkait Kegiatan Sholat Malam

-daerah-4,076 views

Detik Bhayangkara.com, Kabupaten Kediri- Kontroversi terkait anggaran kegiatan sholat malam berasal dari dua versi yaitu anggaran pribadi dan dari biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menuai sorotan dari kalangan Ormas dan LSM, Salah satu ormas yang menyororoti kegiatan tersebut berasal dari Forum Bhayangkara Indonesia (FBI).

Dewan Pendiri FBI, Suryadi melalui media ini mengatakan, sholat malam yang dipelopori oleh mantan bupati sutrisno dari awal memang diduga ada muatan politik.

“Dulu awal ide akan dinamakan paguyuban sholat, tapi ada yang mengkritik hingga diberi nama gerakan sholat malam,” ucapnya, Senin (11/11/2019).

Kegiatan, imbuhnya, tersebut diberi hadiah rukuh atau mukenah dan sarung, informasi yang beredar dari warga  sekitar tempat masjid tersebut, untuk sholat malam para pengusahanya ditarik biaya untuk membeli mukena dan sarung.

“Jadi kalau begitu ada ambil untung tapi diatas namakan dari kantong sendiri, kalau hal itu benar berarti rakyat kabupaten kediri dibohongi selama ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Ir. H. Sutrisno menyebut bahwa kegiatan sholat malam dibiayai dari Anggrana Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu fitnah, namun ternyata anggaran itu selalu muncul dalam setiap tahun anggaran, dalam Buku KUA/PPAS 2020 jumlahnya malah meningkat menjadi Rp.1, 462 milyar.

Ironisnya, selain menyedot dana APBD, kegiatan sholat malam yang dikomandani oleh mantan Bupati Kediri itu masih memungut iuran dari seluruh kepala desa (Kades). Bahkan, warga desa yang berketempatan kegiatan sholat malam juga dimintai mengumpulkan nasi bungkus. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed