oleh

Oknum Satpol PP Kecamatan Bate Alit Berwatak Arogan dan Berjiwa Preman

-daerah-3,401 views

Detik Bhayangkara.com, Jepara –  Diduga salah seorang Oknum Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat Pol PP ) yang berinisial ( HM ) yang bertugas di Kecamatan Bate Alit Kabupaten Jepara bertindak arogan dan tidak sopan disaat bertamu di rumah KN (inisial, Red) Pada Rabu, (14/11/2019) dengan tanpa permisi pemilik rumah.

KN merupakan pemilik rumah yang beralamatkan didesa Senenan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dilabrak Oknum Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat Pol PP ) bersama 3 temannya yang berinisial ( PRYT ) yang beralamatkan di Desa Landak,dan satu orang lagi yang menunggu di luar konon mengaku seorang anggota TNI, yang satu lagi tetangganya secara arogan tanpa permisi dan kurang sopan santun masuk rumah KN pada 06.30 bertemu Alimatur Rofiah agar membangunkan majikannya.

”Sontak saja dirinya kaget karena merasa tidak kenal dengan tamu yang tidak diundang dan tidak dikenalnya,” ujar tuan rumah dengan nada geram.

Setelah KN keluar dari kamar dan menemui tamunya yang kurang sopan tersebut, terlibatlah percakapan yang tegang memaksa Alimatur Rofiah secara paksa meminta pada KN agar bisa pulang, dan keluar sebagai pelayan toko.

Sedangkan mereka tidak tahu sama sekali atas perilaku Alimatur Rofiah yang panjang tangan, dan sering pinjam uang dan meminta gaji dulu setiap dua minggu sekali dengan berbagai alasan yang tidak sesuai dengan perjanjian awal sebulan sekali.

Niat majikan menahan untuk tidak keluar dulu sebelum habis bulannya. Namun nada arogan tamunya yang seperti preman itu membuat KN takut karena kebetulan suami baru pergi.

”Akhirnya Alimatur Rofiah, saya ikhlaskan pulang dan keluar dari pekerjaannya meskipun yang bersangkutan masih punya tanggungan hutang yang belum terselesaikan,” ungkap KN

Atas kejadian tersebut, KN melaporkan perihal tersebut pada suaminya.M erasa tidak terima atas perlakuan tamunya yang arogan dan tidak sopan terhadap istrinya yang dilakukan oleh Oknum Sat Pol PP yang berinisial HM, akhirnya berupaya mencari untuk klarifikasi atas kebenaran HM sebagai anggota Sat Pol PP serta kapasitas dia datang ke rumahnya.

Akhirnya suami KN yang beserta beberapa wartawan media baik cetak maupun online sebagai teman dekatnya dengan penuh rasa solidaritas segera mencari kebenaran tentang nama HM sebagai pegawai Sat Pol PP ke Kantor Kecamatan Bate Alit Kabupaten Jepara di mana HM berdinas.

Sampai di Kantor Kecamatan Jumono selaku atasan HM membenarkan kalau yang bersangkutan anak buahnya.
Atas pengaduan tersebut di atas, dirinya berjanjian akan klarifikasi secepatnya dan memberikan sangsi kalau yang bersangkutan bersalah.

Ketika beberapa awak media menemui HM di rumahnya untuk klarifikasi, justru diluar dugaan awak media, betapa arogannya HM terhadap awak media yang bertamu dengan tanpa dipersilahkan masuk di dalam rumahnya.

Disaat salah satu awak media klarifikasi tentang kasus di atas, dengan nada keras,tegang, tinggi, dan tidak sopan dengan nada membentak – bentak serta tidak kooperatif, terkesan menutupi dan menghalang -halangi awak media disaat ( HM ) dicecar pertanyaan semakin arogan dan tidak sopan, layaknya seorang preman bukan seorang anggota
Sat Pol PP yang ramah dan santun.

Seyogyanya seperti HM ini semestinya harus dibina atau dialih tugaskan agar tidak menurunkan Kredibiltas anggota Polisi Pamong Praja ( Sat Pol PP ) sebagai ASN

Harapan dari beberapa awak media yang merasa tidak dihargai dan dihalang – halangi saat bertugas, perlu kiranya atasan HM memberikan sangsi atas perilakunya terhadap Jurnalis yang tidak kooperatif. ( ADHI.S )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed