oleh

Disinyalir Ada Beking, Diduga Galian Ilegal Tetap Beroperasi

-Kriminal-2,100 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri Raya- Sangat di sayangkan adanya pembiaran dan seolah tutup mata pada aktifitas galian yang dekat dengan sepadan, atau tangkis sungai konto di Dusun Bugasur Desa Daleman, Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang.

Akibat dari aktifitas galian yang lost control, dan disinyalir ilegal tersebut bisa mengancam kerusakan lingkungan dan banjir bandang.

Menurut LP (64) warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa letak galian tersebut masuk wilayah hukum Jombang, dulu saat jembatan Bugasur belum dibongkar oleh Pemkab Jombang galian tersebut keluar lewat wilayah jombang, karena memang wilayahnya masuk jombang, tapi sekarang lewat jalan CV. Adhi Djoyo, karena akses jalan keluarnya hanya disitu.

”Galian itu kok tidak memperhatikan pelestarian lingkungan, coba lihat jarak antara galian sama sepadan atau tangkis sungai hanya beberapa meter saja,” ucapnya.

Bahkan disebelahnya ada Rolak Dum kali konto, coba bayangkan kalau nanti banjir, pasti akan mengalir ke wilayah Desa Juwet dan sekitatnya, ngeri mas.. karena itu kali dari gunung kelud.

”jika wilayah kelud hujan lebat tidak bisa di bayangkan dampaknya, makanya galian yang ngawur harus segera ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Hal senada diucapkan oleh KTN (55) warga setempat mengatakan, bahwa lokasi yang di gali tersebut adalah masuk Jombang, selain itu galiannya juga dekat sama sepadan sungai hanya beberapa jangkah saja, dan seolah tidak memperhatikan lingkungan.

”coba dilihat saja, galian itu dekat Rolak Dum Konto, kalau terjadi air pasang akan menggerus tanggul sungai, kalau tanggulnya jebol pasti banjir dan mengalir ke Juwet, terus yang di salahkan siapa.??,” terangnya kesal.

Selain itu, galiannya juga ” ilegal”, tapi mengapa kalau itu masuk wilayah hukum Jombang kok tidak bisa tersentuh.??, padahal sudah nyata merusak lingkungan.

Lebih lanjut KTN menambahkan, bahwa galian itu di bekingi oleh Perangkat Desa, dan katanya punya saudara pejabat di Jakarta sehingga penegak hukum keder.

“pokoknya masyarakat minta agar galian itu segera di tindak tegas dan ditutup total sebab tidak menguntungkan rakyat banyak dan tidak memperhatikan lingkungan serta keselamatan warga terabaikan,” pungkasnya. (Rs’08)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed