oleh

TK Kartika III – 53 Kodim 0725 Sragen Gelar Outbond Di Wahana Karang Pandan

-Pendidikan-181 views

Detik Bhayangkara. com, Sragen-  TK Kartika III-53 Kelompok A dan B yang didampingi Dewan Guru menyelenggarakan Kegiatan Out Bond di Amanah Karang Pandan, Karanganyar, Kabupaten Sragem, Selasa ( 03/03/2020 ).

Kegiatan ini merupakan kegiatan akhir tahun pelajaran 2019-2020 yang diikuti oleh 31anak untuk menjalin kerjasama, kebersamaan kekompakan pada sesama teman dalam melakukan Kegiatan Out Bond.

Kepala sekolah TK Kartika III-53 Dwi Lestari, S.Pd dalam naungan Kodim 0725 Sragen menyampaikan tentang kegiatan ini guna melatih kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, kekompakan, dan kerjasama antar siswa untuk memberikan pembelajaran edukasi pengenalan alam sambil bermain.

”Obyek outbond di wisata ini dilengkapi dengan berbagai permainan menyusuri sungai sambil menangkap ikan, jembatan tali, jembatan kayu, jungkat – jungkit, meluncur, loncat, berlari, merayap, dan mencari pintu keluar,” ucapnya.

Sebelum sarapan pagi anak – anak dikondisikan untuk melaksanakan senam pagi dahulu, yang berikutnya akan dibawa ke kolam ikan untuk dikenalkan nama – nama ikan, hewan unggas, dan hewan ternak seperti, kambing dan sapi serta tentang cara menetaskan telur dengan mesin.

Dalam kegiatan yang lainnya anak – anak juga diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman pangan dan sayuran serta cara menanamnya antara lain, cabai, mentimun, tomat, kobis, wortel, dan padi langsung ke sawah sehingga betul- betul memahami tentang cara menanam padi sambil bergumul dengan lumpur.

Pada kegiatan lainnya anak – anak TK milik Kodim 0725 Sragen tersebut diperkenalkan dengan tanaman padi dan cara menanamnya di sawah sambil bermain lumpur, yang kemudian dilanjutkan masuk ke sungai untuk menangkap ikan.

Kegiatan outbond di diakhiri dengan mandi busa, dan berenang dikolam renang, dilanjutkan menuju pasar Tawangmangu guna memperkenalkan pasar tradisional kepada siswa.

Orang tua siswa sangat mengapresiasi sekali kegiatan outbond yang positif ini.

”karena anak saya termasuk pemalu dan penakut, saya berharap anak saya bisa jadi pemberani dan mandiri, karena selama kegiatan berlangsung tidak boleh didampingi orangtua, dan cukup didampingi pemandu dan guru,” tutur salah seorang wali murid. ( ADHI.S )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed