oleh

Pabrik di Kawasan Industri Cikande di Duga Membuat dan Menjual Tabung Gas 3 Kg Tidak Standar SNI

-Kriminal-3.574 views

Detik Bhayangkara.com, Banten-  Indonesia di kenal sebagai negara hukum dan negara industri, akan tetapi sangatlah di sayangkan karena fakta di lapangan masih ada pabrik yang melanggar aturan, dan seolah tidak terjamah oleh penegak hukum yang ada di negara Indonesia.

Hal ini terbukti dengan adanya sebuah pabrik berlokasi di daerah kawasan industri Cikande, di duga memproduksi dan menjual tabung gas 3 kg subsidi yang tidak Standar SNI.

Dengan adanya pabrik yang memproduksi dan menjual tabung gas 3 kg, dan tidak sesuai aturan dengan jumlah besar dan beredar di tengah masyarakat, tentu sangat berbahaya bagi masyarakat yang menggunakan tabung gas tersebut, karena kwalitasnya tidak berstandar SNI.

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan, banyak di temukan tabung Gas Elpigi 3 Kg yang di duga tidak standar SNI atau biasa di sebut tabung Cina, yang berlokasi di Jalan Raya Modern Industri II , Kampung Jempling, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Kawasan Modern Cikande Industrial Estate, pada (30/03/2020).

Di pabrik tersebut terlihat jelas aktivitas kegiatan produksi ratusan ribu tabung Gas Elpiji 3 Kg yang diduga tidak berstandar SNI , dan sepertinya di duga banyak oknum memback up kegiatan tersebut, sehingga sampai tidak tersentuh oleh hukum, dan masih berjalan mulus tanpa ada hambatan.

Salah satu sumber berinisial W yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, di pabrik tersebut boleh minimal paling sedikit 500 atau 1000 tabung Elpiji 3Kg beli ke pabrik milik Inisial Koh sebagai penanggung Jawab.

”Iya benar hampir beberapa kali mengambil atau membeli langsung ke pabrik yang produk tabung Gas Elpiji 3 Kg tersebut,” cetusnya.

Lanjut W mengatakan, bahwa tabung tersebut tidak bisa di isi ke Pertamina, cuma paling bisa buat pemain pengoplos gas bersubsidi saja, terkadang kalau mau mengambil ke Pertamina dan stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) paling bisa lewat belakang.

”Seperti itulah main nakal dan dari segi ketebalan tabungnya sudah telihat, dan lasnya serta warnanya saja beda,” terang W.

Kebanyakan mobil yang masuk untuk membeli tabung gas rata rata itu memakai mobil box tertutup, atau jika ada mobil gas jenis truk atau Losbak dan AVP Pick’up. Paling pas keluar pabrik nanti ditutup rapat – rapat agar tidak ketahuan oleh penegak hukum.

”Karena tidak ada izin surat penunjukan dan pesanan dari PT Pertamina Gas Domestic sebagai perusahaan yang memproduksi tabung LPG 3 Kg,” paparnya.

Lanjut W menceritakan, bahwa banyak agen – agen nakal atau pangkalan dan pengecer atau pengopolos Gas membeli langsung tabung Gas Elpiji 3 Kg ke pabrik tersebut.

”Padahal peraturan Pertamina bahwa perusahaan yang memproduksi tabung Gas 3 Kg bersubsidi harus menjualnya ke PT Pertamina langsung bukan ke agen, pangkalan, pengecer atau pemain pengoplos Gas ilegal seperti di wilayah Tangerang Selatan dan di Kacamatan Rumpin Kabupaten Bogor , kalau itu pengoplos Gas yang kebanyakan beli tabung Gas Elpiji 3Kg tersebut,”Jelas W.

Sumber lain pun yang enggan di sebutkan namanya berinisial SN mengatakan, benar sudah banyak yang datang ke situ, dan kebanyakan oknum dari mana saja minta jatah ke pabrik itu.

“Padahal sudah ada tabung Gas Elpiji 3 Kg yang meledak karena kebanyakan tabung tidak standar SNI, dan memproduksinya tanpa izin Pertamina Gas Domestic,” ucap SN.

Perusahaan produksi tabung Gas Elpiji tersebut diduga tidak memiliki :

  • Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN ) – Peningkatan Produk Dalam Negeri ( P3DN) yang memproduksi tabung Gas LPG 3Kg.
  • Pabrik tersebut diduga tidak memiliki Nomor Sertifikat Produksi (NPR) tabung Gas LPG 3Kg yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan.
  • Pabrik tersebut diduga tidak memiliki Sertifikat Produksi Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI) untuk memproduksi Tabung Gas LPG 3Kg.
  • Pabrik tersebut diduga tidak memiliki Surat Penunjukan Dan Pesanan. (Toni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed