oleh

DPRD Boltim Alokasikan dana Percepatan Penangulangan Covid-19 Sebesar 500 Juta

-daerah-3.433 views

Detik Bhayangkara.com, Boltim-  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Provinsi Sulawesi Utara untuk percepatan penanggulangan Virus Corona (Covid-19).

Ketua DPRD Boltim, Fuad Landjar sudah mengalokasikan dana khusus pencegahan Covid-19 sebesar Rp 500 juta itu merupakan kesepakatan seluruh legislator DPRD Boltim.

”Ini bentuk kepedulian seluruh anggota Legislatif Boltim, karena wabah Covid-19, bencana bagi seluruh rakyat Indonesia. Lebih khusus masyarakat Boltim, harus diutamakan kepentingannya oleh kami sebagai wakil rakyat,” tegas Fuad.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Boltim, pada hari Selasa ,DPRD Boltim berharap pemerintah bisa memanfaatkan seluruh dana penanggulangan Covid-19, tepat sasaran.

Ketua DPRD Boltim Fuad Landjar.SH kepada media mengatakan, bahwa percepatan penanggulangan Covid-19 harus dilaksanakan sebaik mungkin pencegahnya dan lainnya. Terkait permasalahan anggaran yang dibutuhkan, akan dibicarakan dan diusulkan ke Pemda Boltim, untuk  melakukan alokasi dana untuk Covid-19.

“Selama anggaran ada, berapa keperluan kita akan backup dan kita akan terus monitoring,” kata Fuad.

Fuad Landjar mengungkapkan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting, harus tercatat dan bertanggungjawab untuk segala hal. Termasuk dalam alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan rumah sakit rujukan dan yang lainnya.

“Dalam penanganan ini saya juga terlibat sebagai satgas dan harus bertanggungjawab seperti halnya hari ni saya melakukan tinjauan,” ujarnya.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk jaga jarak aman dan mencoba karantina mereka sendiri di rumahnya agar penyebaran ini sedikit banyak bisa teratasi. Termasuk dengan warga yang mata pencahariannya harus berhenti harus dipikirkan, harus dilihat kebutuhan mereka apakah pangan atau kebutuhan pokok yang lain.

“Jangan sampai dia tidak kena virus korona tapi malah mati karna kelaparan kan ini bahaya juga,” pungkasnya. (Fadly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed