oleh

TNI Menjamin Keamanan dan Kenyamanan Bagi Pengunjung Pasar Tradisional Singosari Pada Masa Transisi Menuju New Normal

-daerah-12,234 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Malang – Masa transisi menuju Era Normal Baru (New Normal Malang Raya) diperpanjang sampai 14 Juni 2020,
dukungan agar pasar tradisional singosari semakin aman di kunjungi masyarakat datang dari unsur TNI.

Divisi Infanteri 2 Kostrad telah menyiapkan unit khusus penyemprotan disinfektan, melakukan penyemprotan di area pasar tradisional Singosari pada, senin (8/6/2020) sekitar 14.15 – 16.00 WIB.

Kegiatan di pimpin langsung oleh Wakil Asisten Teritorial Letkol Inf Wilson Napitulu, S.I.P dengan melibatkan 15 personil dengan tabung spray melakukan penyemprotan di dalam pasar, 10 personil berkendara motor dan 13 personil berkendara tossa di jalanan area sekitar pasar.

Saat di temui di kantornya, Anton Apriyansah selaku kepala pasar tradisional singosari mengaku kegiatan tersebut murni giat dari Divisi Infanteri 2 Kostrad yang bermarkas di jalan Malang – Surabaya kecamatan singosari.

”Giat tersebut baru mulai hari ini di lakukan di pasar, sebagai bentuk dukungan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan berbelanja,” ucapnya.

Namun demikian, imbuhnya, harapan agar lebih menjamin rasa aman dan nyaman saat beraktifitas di pasar tradisional Singosari, adalah kesadaran dari pengunjung pasar untuk mentaati protokol kesehatan yang telah di tetapkan bersama oleh pemerintah, untuk memutus rantai penyebaran covid-19 agar masyarakat bisa tetap beraktifitas ekonomi di masa new normal.

Sebagaian besar masyarakat telah paham dengan kewajiban serta disiplin dengan protokol kesehatan di pasar, dan sebagaian kecil lainnya beralasan belum mengerti bahwa setelah PSBB yakni pada masa transisi menuju new normal upaya pemutusan rantai penyebaran covid-19 justru semakin di tingkatkan,

”Untuk itu penting agar bersinergi dari tingkat Desa RT RW dalam sosialisasi transisi new normal, agar masyarakat yang keluar rumah sudah memahami protokol kesehatan,” jelasnya.

Jadi masyarakat yang datang ke pasar sudah sepenuhnya memahami tentang situasi kesehatan masing-masing.

”Sehingga beban kami untuk sosialisasi penerapan protokol kesehatan tidak berat, atau terkesan sepihak oleh kami di pasar,” tandas Anton berharap. (Giar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed