oleh

Terlalu…. di Duga Ada Penyelewengan Pembagian KKS BPNT

-headline-14.010 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Malang – Pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Tumpang (8//6/2020) di duga ada penyelewengan. Pasalnya, menurut salah seorang penerima, MT (inisial, Red) terdapat saldo awal sebesar Rp 7.816.786,00 (16/2/2020) di rekening Bank BNI, tetapi dirinya hanya menerima sebesar Rp 625.865,00.

”Saldo awal tersebut tiap bulannya ada yang mengambil, dan buku rekening tersebut baru di berikan kepada saya tanggal 8 Juni 2020 dengan saldo sebesar Rp 625.865,00,” ucap MT kepada awak media ini, Rabu, (17/6/2020).

Padahal, imbuhnya, selama ini saya tidak pernah mengambil uang tunai tersebut, dan tanggal 19 Maret 2020 ada transferan lagi yang masuk sebesar Rp 1.876.000,00.

”Mulai bulan April hingga Juni setiap bulannya ada tranferan yang masuk ke buku rekening sebesar Rp625.000,00, tetapi saya hanya bisa mengambil Rp 625.000,00 di bulan Juni, sedangkan saldo sebelumnya sudah habis,” keluhnya.

Sebelumnya, dalam acara yang diikuti oleh para penegak hukum baik dari unsur kepolisian, kejaksaan, KPK, hingga penyidik PNS. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan penegak hukum untuk menindak tegas pejabat dan aparat pemerintah yang melakukan tindak pidana korupsi.

”Kalau ada yang masih bandel, kalau ada niat untuk korupsi, ada mens rea, maka silakan bapak ibu digigit dengan keras,” tegas Jokowi dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 lewat video conference, Senin (15/6/2020).

Camat Tumpang, Sukarlin saat di konfirmasi awak media menyarankan untuk menghubungi koordinator PKH.

”Silahkan hubungi koordinator PKH kecamatan Tumpang,” jelasnya (17/6/2020).

Terpisah, Koordinator PKH Kecamatan Tumpang, Roni saat di konfirmasi via selulernya menjelaskan, Kemarin sudah kita proses semua, jadi rekening tersebut di BNI mulai tahun 2019, memang belum ada buku dan rekeningnya belum dikonsiliasi sama bank, akhirnya melewati tahun, dan baru dikasihkan sekarang.

”Kemarin keterangan uang ada lima juta, ada tujuh juta lagi kami proses ke bank, ini masih menunggu juga konfirmasi dari pihak BNI uang apa,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kemarin itu hanya menerima buku tabungan, untuk ATM ada beberapa yang sudah punya ATM lama, untuk ibu yang di Malangsuko kebetulan belum punya ATM, ini lagi kita konfirmasi ulang ke BNI agar di siapkan ATM sama buku tabungannya.

”Yang kita adukan itu rata-rata seluruh yang penerimaan kemarin, sudah kita konfirmasi ulang semua ke BNI, ini lagi tunggu proses jawaban,” tandasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed