oleh

Menteri Perekonomian Tegaskan Penanganan Covid-19 Merupakan Aspek Kesehatan dan Ekonomi

-nasional-10,873 views

Detik Bhayangkara.com, Jakarta – Menko Perekonomian saat memberikan keterangan pers secara virtual usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas), Senin (14/9/2020 )

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan, bahwa pengelolaan penanganan Covid-19 dari segi kesehatan dan pemulihan ekonomi perlu terus dikoordinasikan, baik pusat maupun daerah agar segala sesuatunya dapat terkondisikan serta tepat sasaran.

“Keputusan-keputusan yang menyangkut masyarakat banyak tentunya diputuskan secara terintegrasi dan juga ditujukan untuk menurunkan angka yang terdampak dari pada Pandemi Covid-19,” ujar Menko Perekonomian saat memberikan keterangan pers secara virtual usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas)

Menurut Menko Perekonomian,Presiden RI ( Joko Widodo) meminta agar pengelolaan penurunan angka dikelola secara lokal untuk melakukan intervensi berbasis lokal sehingga monitoring dan evaluasi secara kedaerahan di 83.000 desa, RT, RW untuk terus dapat termonitor agar mendapatkan data yang valid sebagai laporan pertanggung jawaban.

“Presiden RI ( Joko Widodo) meminta dalam dua minggu ini agar dikoordinasikan dan konsentrasi lebih khusus di 8 wilayah yang terdampak lebih besar kenaikannya dan menugaskan Wakil Ketua Komite Pak Luhut Binsar Panjaitan dan juga Ketua Satgas Covid -19 untuk memonitor dan sekaligus juga melakukan evaluasi,”ucap Menko Perekonomian.

Terkait dengan kegiatan lanjutan untuk pendisiplinan masyarakat, Menko Perekonomian menjelaskan bahwa operasi yustisi akan terus dilanjutkan, terutama di beberapa daerah utama yang menjadi prioritas.

Soal pengadaan PCR-PCR yang dilakukan oleh Lembaga-lembaga Non Pemerintah, dalam arti partisipasi swasta dan klinik, menurut Menko Perekonomian, Kemenkes akan me-review, mengevaluasi, dan akan menetapkan harga jasa PCR tersebut secara nyata.

“Beberapa yang terkait dengan penyerapan dari pada anggaran, tersebut dilaporkan bahwa penyerapan anggaran sebesar 34,1% dari pagu di Tahun Year To Date dari Rp.695 triliun,dan ini secara Month To Month/bulan ke bulan ada kenaikan sebesar 30,9% di semester I sampai dengan semester II,” ujarnya.

Masuk ke semester II ini, menurut Menko Perekonomian, per September Tahun 2020,tren penyerapannya sudah naik menjadi Rp.237
triliun,sedangkan Sektor Kesehatan terjadi kenaikan 31,6%, Perlindungan Sosial 62,81%, Sektoral Pemda 27,68%, dan UMKM 91,43%.

Menko Perekonomian ( Airlangga Hartarto) menjelaskan bahwa Presiden RI ( Joko Widodo) menyampaikan bentuk insentif pariwisata anggarannya sudah ada yang dikaitkan dengan pengadaan vaksin secara mandiri apabila clinical trial sudah selesai,jadi ini masih menunggu clinical trial untuk selanjutnya dibuat program yang terkait dengan sektor pariwisata,” imbuhnya.

Menko Perekonomian menambahkan bahwa Presiden RI mengharapkan agar kampanye-kampanye untuk meningkatkan kedisiplinan perilaku masyarakat terus dilakukan agar kesadaran masyarakat tentang arti sehat dapat dipahami.

“Kampanye ‘Ayo Memakai Masker’, kemudian tahap berikutnya adalah yang sekarang dilakukan ‘Ayo menjaga jarak ,mencuci tangan dengan sabun,menfgunakan hand sanitizer,dan Hindari Kerumunan’ yang tidak bermanfaat untuk terus diintensifkan di daerah-daerah, ” tandasnya. ( ADHI.S )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed