oleh

Diduga Pengisian Lowongan Perangkat Desa Sukorejo Sarat Kecurangan

-headline-10.640 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Bojonegoro – Diduga Pengisian lowongan perangkat desa Sukorejo Kec, malo sarat kecurangan. Pasalnya, sesuai kasak kusuk warga setempat yang tidak percaya sama sekali dengan proses pengisian tersebut menilai ada indikasi kecurangan, karena tidak percaya terhadap Kades dan panitia, menurut mereka panitia itu boneka, semua sendiko dawuh sama Kades,

“Lihat saja nanti yang jadi Kasun Ledok pasti inisial AS, semua orang sudah tahu kebusukan proses ini, jadi pelaksanaan pengisian lowongan perangkat desa ini hanya sandiwara, ketua panitianya pak Suminto itu hanya boneka Kades (didik), dikira warga tidak tahu akal bulus mereka berdua,” ucap salah seorang warga, Ns (inisial, Red) yang meminta namanya tidak dimunculkan karena alasan faktor keamanan.

Menurutnya, semua warga sudah tahu, jadi tidak penting pengisian perangkat desa ini. AS adalah bukan warga dusun Ledok, dia pada tahun 2017 ikut mencalonkan diri dalam pengisian lowongan perangkat desa secara serentak, waktu pemerintahan Bupati Suyoto, dia gagal dan menurut sumber berita, calon-calon perangkat desa yang menyerahkan uang ke kades (didik) tidak ada yang lolos menjadi perangkat desa pada saat itu, makanya menjadi masalah panjang karena kades tidak mau melantik perangkat desa terpilih hasil seleksi yang dilakukan oleh Pemkab, semua mencibir sikap Kades tersebut.

“Kades sedang mempertontonkan kebodohannya dengan tidak melantik perangkat yang lolos, semua warga sudah tahu kenapa hal itu dilakukan kades, karena Kades diduga sudah terima sesuatu dari para calon yang tidak jadi,” bebernya.

Menurut sumber berita, AS adalah calon yang dulu yang diduga sesuatunya tidak mau dikembalikan, dengan kompensasi dijadikan perangkat desa Kasun Ledok, yang hari ini berlangsung seleksi di SMPN Malo.

“Kita lihat saja apakah semua memang benar adanya, jika apa yang menjadi kasak kusuk warga terjawab dan benar, maka jangan pernah berharap pemerintahan desa yang baik kedepannya, karena ada politik transaksional didalamnya,” tegasnya.

Atas informasi tersebut, awak media konfirmasi kepada Kepala Desa Sukorejo, Didik Dwi agung Supangadi dan Ketua Panitia, Suminto via selulernya, namun ke duanya tidak menjawab konfirmasi dari awak media ini.

Anehnya, selang satu jam lebih dari awak media konfirmasi, prediksi warga tidak bleset, hasil seleksi yang diikuti oleh 5 calon di desa Sukorejo tertinggi nilainya adalah AS dengan nilai 88, kemudian disusul Wahyudi tamtomo 57, Septian Wibowo 53, Bilal 47, Milla 40.

Menyikapi hasil tersebut, menurut WR (inisial, Red) mengatakan bahwa, di lihat dari nilai tersebut indikasi kecurangan sangatlah nampak, kenapa selisihnya jauh?.

“Mohon maaf AS seolang lulusan SMA, yang tiap hari warga mengetahui SDMnya, tapi kenapa nilainya bisa jauh di bandingkan dengan calon yang lain, Wahyudi Tamtomo bergelar SPd, Bilal bergelar SH, sedangkan Milla merupakan lulusan D3 Akutansi,” urainya.

Diketahui, proses seleksi calon perangkat desa diikuti oleh 4 desa di kecamatan Malo antara lain, Desa Sukorejo, Desa Tinawun, Desa Sumberejo, dan Desa Malo. (Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed