oleh

Kisah Brigadir Mashita, Isteri Kapolres Kudus Sebagai Pasukan UNAMID di Sudan

-daerah-10.245 views

Detik Bhayangkara.com, Kudus – Siapa yang menyangka isteri Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma, Brigadir Mashita Cherani Asaat Said Ali (30) adalah seorang Polwan yang baru saja pulang bertugas sebagai anggota Pasukan penjaga perdamaian PBB yang tergabung dalam Satgas Garuda Bhayangkara 11 FPU UNAMID di daerah konflik, Golo, Sudan, Afrika.

Pasangan Aditya dan Mashita ini sebetulnya belum lama melangsungkan akad nikah pernikahan, namun lima hari sesudah acara itu Brigadir Mashita sebagai pengantin baru, rela berjauhan dengan sang suami karena harus segera berangkat ke Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor untuk persiapan keberangkatan sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Sudan.

Brigadir Mashita Cherani Asaat Said Ali, isteri Kapolres Kudus, saat bertugas sebagai anggota Pasukan perdamaian PBB di Sudan, Afrika.

Satu tahun enam bulan dirinya bertugas sebagai anggota Satgas Garuda Bhayangkara 11 FPU UNAMID di daerah konflik, Golo, Sudan. Berangkat pada 08/03/2019 dan baru kembali ke tanah air pada (06/09/2020) bulan kemarin.

“Saya tak sempat mendampingi bapak saat sertijab sebagai Kapolres Kudus, karena masih berada disana,” kata perempuan berdarah Makasar cantik nan murah senyum kelahiran Surabaya ini saat ditemui sejumlah awak media di rumah dinas Kapolres,Jalan Sunan Muria Kudus, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, jiwa petualangannya sudah ia miliki sejak masa SMA di Surabaya, sehingga dia tanpa rasa takut berani mendaftar diri bergabung sebagai pasukan perdamaian diwilayah konflik di negara orang.

“Padahal saya basicnya adalah Polwan di bagian staf biasa bukan dari pasukan tempur , sementara disana bergabung dengan 140 pasukan Satgas Garuda Bhayangkara 11 FPU yang didominasi oleh pria dan kebanyakan dari kesatuan Brimob,” terangnya.

Namun selama dirinya bertugas di Sudan, justru membuat dirinya semakin tumbuh kecintaannya terhadap tanah airnya. Setiap kekurangan dan kendala yang dihadapi negara di Afrika yang sedang dilanda perang saudara semakin emnumbuhkan perasaan bersyukur atas berkah dan karunia nikmat yang diterima sebagai bangsa Indonesia.

“Saya semakin bersyukur menjadi warga negara Indonesia, dibandingkan disana, Indonesia sangatlah subur, makmur dan aman,”

Dirinya merasakan dan memindai langsung kegetiran dan kesulitan hidup warga di Golo, Mashita yakin Indonesia layak dicinta dan dibela. Pengalaman bertugas di bawah bendera Persatuan Bangsa Bangsa, memberinya pemaknaan dan pengkayaan hidup.

”Kita harus lebih mensyukuri apa yang diterima di negeri ini,” ujarnya.

Segalanya yang dialaminya sebagai anggota pasukan perdamaian PBB sekaligus tim Polwan pertama yang diberangkatkan ke misi perdamaian PBB, tidak diterima secara mudah.

Setelah menjalani seleksi ketat, staf sumber daya manusia Polda Sulteng tersebut harus menjalani latihan yang menguras fisik dan mental di Cikeas. Lari belasan kilometer dengan membawa beban, serta tempaan mental dari pelatih membuatnya dan rekan-rekannya mandiri. Akhirnya, kondisi di Sudan memberinya kuliah hidup yang berharga.

Tidak hanya dilatih menjaga fisik dengan selalu mengenakan body vest dan senjata seberat 15 kilogram, empatinya diasah merasakan kesulitan warga Sudan. Bila sebelumnya hanya menikmati bunyi tuts keyboard, di Sudan dia terbiasa mendengarkan desingan peluru dan mortir.

”Saya jadi dapat memperkirakan kira-kira di mana arah peluru dengan mendengar desingannya,”

Keteguhan selaku pribadi diuji dengan meninggalkan suaminya, yang saat itu baru lima hari menikah dengannya. Tidak menunggu lama, panggilan tugas mempersiapkan peralatan yang akan dibawa ke Sudan harus dilakukannya.

Usai pulang, 6 September lalu dan menuntaskan proses karantina, anak kedua Haji Muhammad Asaat Said Ali dan Hajjah Mariam, baru merasakan bulan madu bersama suaminya.

Menurutnya dirinya berkeinginan akan tetap mengabdi sebagai Polwan sperti cita-citanya dikala remaja. Namun dia tak memungkiri posisinya kini sebagai isteri Kapolres adalah juga ketua Bhayangkari Cabang Kudus.

“Sehingga kini saya harus mebiasakan dalam posisi baru juga sebagai pendamping Kapolres Kudus,” pungkasnya. (Fikri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed