oleh

Diduga Kapolsek Pamulang Arogan kepada Wartawan 

-headline-10.136 views

Detik Bhayangkara.com, Kota Tangerang Selatan – Dunia Pers kembali di rendahkan, hal dia dialami oleh rekan rekan wartawan yang akan menemui Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto untuk wawancara terkait penerapan PSBB . Setelah berjam – jam menunggu di pelataran Polsek Pamulang, seorang yang mengaku staf Kapolsek justru mengusir wartawan dalam kondisi hujan deras.

Pengusiran terjadi pada Sabtu (24/10/2020) sore, sekitar 17.45 WIB. Sebelumnya, beberapa wartawan berencana untuk mewawancarai Kapolsek seputar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karena didapati adanya sejumlah cafe yang letaknya berdekatan dengan Mapolsek Pamulang malah penuh sesak dengan pengunjung.

“Kita mau konfirmasi soal penerapan PSBB, tadi kita juga sudah konfirmasi ke Satpol-PP. Dan karena letaknya cafe yang penuh sesak tersebut berada di seberang Mapolsek Pamulang, ya sekalian kita ingin konfirmasi hal tersebut kepada Kapolsek Pamulang,” ujar salah seorang wartawan, SG (inisial, Red).

Lanjut SG, para awak media sudah menunggu Kapolsek Pamulang dari jam 16.00 WIB. Tapi kata staf Kapolsek sedang istirahat, kami pun mengerti dan menunggu di pelataran Mapolsek Pamulang saja sekalian berteduh karena hujan lebat. Dan sekitar Pukul 17.30 Wib, Kapolsek Pamulang turun dari ruangannya di lantai atas ke lobi depan, sambil berbincang serius dengan anak buah dan seorang tamu berkaus hitam.

“Karena Kapolsek sedang ngobrol serius di depan lobi, ya terpaksa kita menunggu beliau selesai dulu,” tuturnya.

Namun, tidak beberapa lama kumandang adzan Maghrib mulai terdengar. Kapolsek yang telah selesai dengan urusannya sempat terlihat kaget melihat ada wartawan yang duduk menunggu di kursi pelataran depan ruang tahanan. Kapolsek lantas membentak dengan nada tinggi.

“Mau ngapain, mau ngapain, urusan apa,” ucap SG menirukan bentakan Kapolsek.

Selanjutnya, SG yang sudah berulang kali memohon izin coba menghampiri Kapolsek yang saat itu jaraknya 5 meter di depan lobi masuk. Namun begitu dihampiri, Supiyanto justru balik badan menuju ke dalam, sambil berujar bahwa dirinya hendak shalat lebih dulu.

“Saya mau shalat dulu,” ucap Kapolsek Kompol Supiyanto, SG akhirnya kembali menunggu ke tempatnya semula. Namun sesaat kemudian, datang seorang pria tua renta berpakaian seragam security berwarna hitam memakai topi meminta agar wartawan segera meninggalkan Mapolsek Pamulang saat itu juga.

“Terus datang bapak tua itu, dia semacam Linmas begitu mungkin diperbantukan di Polsek. Terus dia bilang, saya dapat instruksi dari Kapolsek bapak (wartawan) keluar dari sini sekarang juga. Terserah mau dimana, yang penting jangan di Polsek. Ini bukan saya yang ngomong, tapi Pak Kapolsek yang perintahkan saya,” ungkap SG menirukan perkataan pria tua pesuruh Kapolsek.

SG sempat menjelaskan, bahwa dirinya datang dan sudah menunggu cukup lama untuk meminta wawancara Kapolsek. Namun pria tua tersebut tetap membentak awak media beralasan tak mau adanya kegaduhan, SG pun mengikuti anjuran anggota polisi untuk berpindah tempat ke bagian pelataran lainnya.

“Karena dia terus membentak, polisi yang lain akhirnya berbisik ke kita, meminta kita menunggu di pelataran sudut berbeda. Ya kita ikutin, tapi suruhan pak Kapolsek itu tetap mengikuti sambil membentak.

“dia (pria tua) minta kita keluar dari Polsek, katanya itu perintah Kapolsek,” sambung SG.

Dengan penuh kecewa, SG dan rekan wartawan yang lain pergi meninggalkan Mapolsek Pamulang saat hujan deras mengguyur, dan SG sempat menghubungi Kapolsek dan menceritakan kejadian itu, namun jawaban yang diterima justru menambah kekecewaan karena Kompol Supiyanto tak memberi penjelasan terkait pengusiran tersebut. ( Toni )

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed