oleh

Kades Talodo Serahkan Dana BLT Secara Diam-Diam, Ada Apa?

-headline-10.350 views

Detik Bhayangkara.com, Koltim – Bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat melalui anggaran Dana Desa seharusnya diserahkan kepada masyarakat secara transparan, dan dilakukan dikantor desa serta disaksikan oleh Babinkantibmas yang bertugas didesa tersebut.

Namun lain halnya dengan kades Talodo, Sautiah yang menyerahkan BLT dirumahnya sendiri tanpa didampingi oleh Bhabinkamtibmas.Bahkan yang lebih parahnya, Sautiah memberikan BLT kepada warganya di pasar.

Menurut Samsul Alam (29/10/2020) warga Talodo, pembagian BLT bulan Oktober yang dilakukan Kades tidak sesuai dengan prosedur (inprosedural). Selain dilakukan dirumahnya sendiri dipasar tradisional, pembagian BLT dilakukan tanpa melibatkan petugas Kamtibmas, Babinsa maupun Pengawas Kelurahan/Desa.

“Pemberian BLT itu harus dihadiri oleh pihak Kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping desa dan karena suasana pilkada maka juga harus ada dari panwas,” ucap Samsul Alam.

Harus transparan, imbuhnya, apalagi ini bukan uang pribadi kepala desa tetapi uang negara.

“Harus ada dokumentasi sebagai bahan untuk laporan pertanggungjawaban anggaran, ada bukti tanda terima. Ini malah pemberian BLT dilakukan kepala desa di pasar,” herannya.

Samsul Alam benar-benar merasakan keganjilan. Sebagai masyarakat awam, ia “mencium aroma” keanehan dengan pemberian bantuan covid19. Sebab selama ini pembagian sembako dan BLT dibagikan di balai desa, dikawal oleh aparat dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas, namun kali ini dilakukan tanpa pengawalan atau pengawasan.

Bahkan sempat ia berpikir, apakah ini uang murni BLT karena tidak melalui prosedur atau uang lain. Sebab, ada warga yang sama sekali tidak pernah menerima BLT tiba-tiba dapat jatah di bulan Oktober ini.

Samsul Alam menjelaskan, awalnya berkisar jam 8 pagi ia menerima informasi dari masyarakat bahwa akan ada pembagian BLT yang akan dilaksanakan di rumah Kades. Informasi itu kemudian disampaikan kepada anggota panwas Talodo.

“Ternyata anggota panwas tersebut sudah melakukan kordinasi dengan Kades bahwa pemberian BLT batal dilakukan. Setelah mendapat jawaban demikian, ia pun pulang ke rumahnya. Sekitar pukul 14.00 wita, Samsul menerima lagi informasi bahwa BLT sudah diberikan Kades Talodo kepada penerima dirumahnya,” ungkapnya.

Selain itu, dalam acara penyerahan BLT tersebut Sautiah juga menegur salah seorang warganya yang menghadiri kampanye salah satu Paslon, ” Kenapa kamu hadiri kampanyenya SBM, seharusnya kamu tidak perlu hadir disana “.

Dengan adanya teguran yang ia dilontarkan kepada salah seorang warganya tersebut. Hal itu telah menunjukkan bahwa Sautiah sebagai kepala desa Talodo telah dengan sengaja melakukan politik praktis.

Kades Talodo, Sautiah dihubungi via telepon sekitar 13.30 wita dalam kondisi aktif, akan tetapi tidak diangkat. (A)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed