oleh

AMBYAR…‼️Gaji Guru Tetap Yayasan (GTY) Di Kediri Hanya 50 Ribu

-politik-10.375 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri Raya – Hari pencoblosan semakin dekat. Cawabup Dewi Mariya Ulfa, S.T terus gencar melaksanakan kampanyenya di semua komunitas, salah satunya ketemu sama perwakilan guru-guru anak usia dini yang tergabung dalam Himpaudi se-kecamatan Gampengrejo, Jum’at (27/11/2020) pagi.

Dalam safari kampanyenya tersebut, Cawabup Dewi menerima banyak curhatan dan keluhan dari para guru diantaranya masalah kesejahteraan guru yang menurutnya masih dibawah kewajaran.

Tidak kurang dari 30 perwakilan guru mengadukan nasipnya pada Cawabup. Dewi terenyuh dan haru mendengar curahan suara para guru.

Ismiati dari Tapos Melati Gampengrejo mengatakan, tadi Bu Dewi menyinggung guru honorer itu di Paud, sedangkan kita itu di Tapos bagaimana nasip guru Tapos….!!.

“Selain itu saya juga pelaku UKM berkah jaya Kecamatan Gampengrejo, mohon nanti dibantu untuk kemajuan UKM kita,” pintanya.

Mendapat curhatan tersebut Dewi mengatakan, jangan kuatir nanti kita akan membuat payung hukumnya.

“Tapos nanti juga akan mendapat insentif juga setiap bulan karena selama ini di Tapos kesejahteraannya memang beda di setiap desa sehingga nanti sama mas Dhito akan dibuatkan payung hukum yang nantinya bisa mensejahterakan semua Tapos di Kabupaten Kediri,” ucapnya.

Sedangkan, imbuhnya, yang UMKM nanti kami akan mengadakan pelatihan, mas Dhito nanti akan membangun 4 titik sentral UKM kabupaten Kediri.

“Monggo yang sudah punya produk nanti dititipkan di sentral itu, kita akan bantu pemasarannya. Jadi saat ini kita harus semangat untuk berkarya,” terang Dewi.

Hal yang sama disampaikan oleh Lilik Nuryanti, ketua PC Himpaudi Kecamatan Gampengrejo menceritakan keluh kesahnya, yang hanya dapat gaji 50 ribu saja per bulan.

“Saya ketua PC Himpaudi kecamatan Gampengrejo, biasanya untuk teman- teman GTY itu yang dipermasalahkan yakni gaji atau tunjangan. Gaji sebulannya ada yang 50 ribu..ada yang 75 ribu, itupun dari SPP anak-anak. Dimasa pandemi covid ini kita mau menarik SPP tidak tega, makanya kita tidak gajian selama 5 bulan ini. Untuk itu disosialisasi sama mbak Dewi ini saya minta kesejahteraan guru GTY, RA, Paud, Tapos, TK dan TPQ tolong kesejahteraannya ditingkatkan, itu permintaan kami pada mbak Dewi,” ucapnya.

Tambah Lilik mengatakan, jangankan untuk beli bedak, untuk beli jajan anak saja dengan gaji 50 tidak mungkin.

“Kami selama 5 bulan terakhir ini kami tidak berani menarik SPP, soalnya sistemnya kan seperti ini kita juga nggak tega kita swadaya sendiri. Untuk beli buku saja mau narik kita juga nggak berani,” ucapnya.

Lebih jauh Lilik menerangkan, terkait gaji yang selama pandemi ini semua tergantung pada kepala sekolah, kayak saya ini kita nggak tega, ya kita menggunakan uang pribadi yang penting teman-teman kita ada kesejahteraan yang tentunya tergantung pada lembaganya masing-masing.

“Harapan dari teman-teman, saya mewakili semuanya baik Paud,TK, Tapos, RA dan TPQ tolong kesejahteraannya untuk guru, tunjangan ditingkatkan. Alhamdulillah kalau gaji kita ini ditingkatkan biarpun sedikit tapi ajek. Untuk kesejahteraan guru mohon untuk ditingkatkan. Itu anak didik kita yang merupakan penerus bangsa yang memperjuangkan ya kita-kita ini, “terangnya.

Mendengar hal tersebut Dewi berjanji akan selalu memikirkan nasip para guru.
“Jangan kuatir, kami bersama mas Dhito selalu memikirkan nasip saudara kami para guru. Kami dan Mas Dhito akan membuat payung hukumnya sebagai pegangan kami untuk bisa memecahkan permasalahan ini. APBD Kediri tinggi sehingga nanti bisa kita ambilkan dari dana APBD,” janjinya.

Terkait hari pencoblosan yang makin dekat, Cawabup yang juga Ketua Fatayat ini menargetkan 85 persen suara yang mendukung.

“Kami menargetkan suara 85 persen mendukung kami dalam pencoblosan tanggal 9 Desember 2020 nanti. Insyaallah target kami 85 persen tercapai, “pungkasnya. (RS’08)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed