oleh

SMK KY Ageng Giri Demak Lakukan Studi Banding Implementasi Budaya Industri

-Pendidikan-10.861 views

Detik Bhayangkara.com, Semarang – Untuk meningkatkan penjaminan mutu dalam mengimplementasikan budaya industri, SMK Ky Ageng Giri Mranggen kabupaten Demak, Rabu (02-12-2020) melakukan kegiatan studi banding ke SMK Negeri 1 Jambu kabupaten Semarang, yang didampingi Hendratmaka sebagai Sekretaris Yayasan Toyota dan Astra (YTA) dan Subagiyo, S.Pd, S.PdI, M.Pd (pengawas pembina) SMK di kabupaten Semarang.

Kepala SMKN 1 Jambu Suripan, S.Pd dalam sambutannya membuka lebar bagi rekan karib SMK Ky Ageng Giri Demak, yang ingin berbagi pengalaman dalam melaksanakan progran Center of Excellence (COE) dan juga menyampaikan, pembiasaan budaya industri di SMKN 1 Jambu dengan Budaya 3S (Senyum, Salam dan Sapa), Jalur hijau, Tempat pakir, Budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) dan Make people before make product (melaksanakan yang terbaik) yang dipaparkan Sutrisno, S.Pd (Waka Kesiawaan dan Ketua Komite 5R).

Ungkapan terma kasih dan permohonan bimbingan oleh Munhamir, S.E Kepala SMK Ky Ageng Giri Demak yang juga mendapatkan program SMK Unggulan dari Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dibidang Pemesinan / Otomotif dengan harapan pembiasaan budaya industri dapat mewujudkan visi SMK Ky Ageng Giri Mranggen yang Religius, Terampil dan Berkarakter.

Diskusi studi banding dititik beratkan pada disiplin, dengan mengimplementasikan dan mengemas dalam teknis pelaksanaan budaya 5 R atau 5 S (Seiri, seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) dan pelaksanaan kolaborasi antara hardskill and softskill termasuk tidak kalah pentingnya peran guru BK dalam implementasi budaya industri.

”Menerapkan skema 5R, seperti
Hardskill and softskill tidak bisa dipisahkan dan harus mempunyai standarisasi yaitu fungsi,” imbuh Hendratmaka sebelum kegiatan studi banding ditutup. (Sugondo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed