oleh

Satpol PP Kota Semarang Arogan kepada Pedagang dan Wartawan Saat Penertiban PKL

-headline-10.312 views

Detik Bhayangkara.com, Semarang – Dengan arogan dan menggunakan truk box operasional, Satpol PP Kota Semarang melawan arus lalu lintas, saat menertibkan pedagang kaki lima di Jalan Arteri Soekarno Hatta Semarang, Rabu (2/12/2020).

Pedagang buah yang sudah tua pun, dipepetkan ke mobil pick up pinggir jalan oleh 2 orang petugas, saat mengajukan keberatan atas tindakan arogan petugas Satpol-PP, karena barang-barang dagangannya diambil secara paksa.

“Itu barang saya tolong dikembalikan jangan sembarangan seenaknya sendiri membawa barang orang,Itu barang kulakan,” ucap Jono, pedagang buah yang diambil barang dagangannya di lokasi.

Tapi oleh petugas, barang dagangan, seperti timbangan dan buah-buahan, tetap tidak diberikan bahkan malah diangkut dan dimasukkan ke truk box operasional petugas Satpol-PP.

“Ini siapa, ini siapa?,” tanya seorang petugas Satpol-PP yang bernama Eddy S, sesuai emblem nama di dadanya kepada salah satu wartawan yang ada di lokasi kejadian, sembari membentak-bentak menanyakan status wartawan tersebut, karena mengambil gambar kejadian tersebut dan hampir merebut ponselnya, serta melarang dilakukan pengambilan gambar.

Oleh wartawan yang bersangkutan, dijawab bahwa dirinya seorang wartawan dan memiliki hak peliputan untuk mengambil gambar kejadian yang sedang berlangsung.

“Loh Saya ini wartawan,saya berhak meliput karena sesuai tugas saya ambil gambar, ini bukti KTA saya,” kata Ahmad Syailendra, salah satu wartawan media online sambil menunjukkan kartu wartawannya kepada petugas.

Setelah ditunjukkan KTA (kartu wartawannya), petugas Satpol-PP mengatakan, bahwa jangan melakukan provokasi dan langsung pergi mengikuti truk box operasional Satpol PP, yang melawan arus lalu lintas di Jl. Soekarno Hatta Semarang. ( Triyono)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed