oleh

Camat Bokan Berkelit, Saat Diduga Kuat Menjemput Paslon 01

-politik-10.128 views

Detik Bhayangkara.com, Balut – Camat Bokan Kepulauan, Iskandar H. Pakaya tengah mendapatkan soroton dan dituding tidak netral. Setelah beredar sebuah video yang merekam penjemputan Pasangan Calon (Paslon) Bupati Nomor Urut 01 Wenny Bukamo di Pelabuhan Bungin, hari minggu lalu.

“Saya mengecam atas tidak netralnya bapak Iskandar Pakaya, selaku Camat Bokan, yang sengaja melibatkan diri dalam penjemputan Paslon Nomor urut 1 di Pelabuhan Bungin,” kecam Fauzi salah satu pemuda yang mengaku kepada wartawan, Selasa (1/12/2020) telah melaporkan kasus ini pada pihak Bawaslu Banggai Laut.

Menurut Fauzi, Seharusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diikat oleh regulasi dan kode etik, Camat harus netral dalam momentum Pemilihan Kepala Daerah Banggai Laut.

“Seharusnya sebagai ASN, Camat berkomitmen untuk menjalankan prinsip kedisplinan Pegawai sebagaimana amanah Pasal 3 angka 14 dan angka 15 Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Kedisiplinan ASN. Bukan malah ikut blusukan di beberapa titik bersama Paslon. Akan jadi apa daerah ini, ketika kalian para ASN sudah tidak berlaku netral, dan ikut-ikutan berpolitik praktis hanya untuk menyelamatkan sebuah jabatan,” tegasnya.

Fauzi, juga mengecam sikap dan tindakan Paslon incumbent Wenny Bukamo yang memanfaatkan ASN dalam kegiatan-kegiatan blusukan (kampanye-red) di beberapa titik wilayah Kecamatan Bokan.

“Saya berharap kepada Bawaslu Banggai Laut untuk memantau secara serius bukti penyampaian laporan saya, yang bernomor: 012 / LP / Kab / 26.12 / XI / 2020,” harapnya.

Sementara itu, Camat Bokan Kepulauan, Iskandar Pakaya yang dimintai klarifikasinya, membantah bahwa dirinya sengaja menjemput Paslon Cabup Wanny Bukamo di pelabuhan Bungin dan ikut serta melakukan kegiatan blusukan untuk mengkampayekan agar warga memilih Paslon 01 di Pilkada nanti. Terkait rekaman video yang menunjukan pertemuan dirinya di pelabuhan Bungin bersama Paslon Cabup Wenny Bukamo adalah tidak disengaja.

“Saya tadi kebetulan ke kapal, ada yang saya antar mo pulang ke Banggai. Pas saya turun dari kapal saya lihat ada kamari speed datang, pas depe sandar saya masih baliat-liat sapa ini e, ternyata saya liat kamari dorang pak Bahar Rappe dengan pak Bupati (Wenny-red),” jelasnya.

Meskipun demikian, Camat Iskadar, mengakui bahwa mobilnya kerap dipakai dan disewa oleh Paslon 01 setiap kali berkampanye di wilayah Bokan.

“Mememang mobil saya itu dorang kontrak, dan disewa pada saat di pake saja dan itu siapa saja yang pinjam saya kase sewa. Jadi kalo dibilang ada kesengajaan, tidak ada kesengajaan, hanya kebetulan saja. Karena dorang mosewa mobil, saya sokase itu kunci mobil dan ko Hendrik yang bayar,baru dorang jadi pigi dan saya tidak ba ikut, Saya cuma tau dorang petujuan itu ke SPBU, soal saya pake baju merah itu sobarapa hari saya pake baju merah,” terangnya.

Terkait dengan ASN yang diduga tidak netral, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banggai Laut, Suparto Bungalo menyatakan telah banyak laporan yang masuk ke institusinya dan semuanya laporan yang memiliki bukti jelas langsung di proses lebih lanjut.

“Sudah banyak yang masuk, untuk data nama-nama secara teknis pak Muksin yang tau, tapi tidak mungkin kita beberkan cuman inisial semua, kecuali sudah ada putusan dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN), karena yang sudah kita proses langsung kita teruskan ke KASN,” kata Suparto.

Lebih lanjut kata Suparto, semua laporan yang masuk sudah ditindaklanjuti dan sekarang prosesnya sudah sampai di KASN, pihaknya (Bawaslu-red) tinggal menunggu hasil putusan dari KASN.

“Biar kita katakanlah bersalah kalo KASN bilang tidak, dorang kan lihat semua dasar,” pungkasnya. ( Agus )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed