oleh

KONI Kudus Adakan Studi Komparasi bersama Kabupaten Bojonegoro

-olah raga-10.716 views

Detik Bhayakara.com, Kudus – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur melakukan Studi Banding di KONI Kabupaten Kudus, Sabtu (19/12/2020).

Studi Komparasi antara Kabupaten Kudus bersama Kabupaten Bojonegoro bertemakan ” Sistem Pembinaan Bulu Tangkis Usia Dini dan Formulasi Pembinaan Atlet Potensi Prestasi “ yang bertujuan untuk menimba ilmu tentang Keorganisasian, Pengelolaan Anggaran dan Program yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi para atlet.

Rombongan KONI Bojonegoro dipimpin langsung ketuanya Ali Mahmudi SH,MM, yang didampingi oleh sejumlah pengurus lainya sebanyak 20 orang yang hadir.

Kedatangan rombongan pengurus KONI Bojonegoro diterima Ketua KONI Kudus , Antoni Alfin‎, didampingi oleh seluruh jajaran pengurus KONI Kabupaten Kudus.

”Kami menyampaikan salam dan ucapan Terima kasih atas kunjungan dan studi banding keluarga besar KONI Bojonegoro ke Kudus yang mana akan menjadi sesuatu yang berkah untuk sama sama memajukan dalam pengelolaan olah raga di daerah,’’ ujar Ketua KONI Kudus.

Dalam kesempatan ini, membahas beberapa agenda yang sebelumnya sudah diajukan dalam surat sebelumnya, terkait sistem tata kelola untuk memajukan dunia olahraga baik dalam pembinaan atlet dan prestasi atlet.

Beberapa hal yang ditanyakan dalam studi banding diantaranya struktur organisasi KONI terutama koordinator olahraga kecamatan, monitoring dan evaluasi, bidang data, alokasi anggaran dari pemkab dan pembagiannya untuk cabang olahraga serta apresiasi bagi atlet berprestasi di tengah pandemi Covid -19,sekarang ini.

”Kami ingin ngangsu kaweruh ( menimba ilmu, istilah Red) di Kudus utamanya di bidang pembinaan prestasi cabang olahraga Bulutangkis yang menjadi unggulan Kudus dan pengelolaan dana hibah untuk KONI,’’ tandasnya.

Ketua Umum KONI Kudus menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan studi banding yang diadakan KONI Bojonegoro.

Menurutnya, studi banding ini bisa menjadi ajang bertukar pikiran dan pengetahuan pengelolaan organisasi serta program-program pembinaan atlet.

”Kita sharing saja,sebab tiap-tiap daerah beda dalam program-programnya sehingga perlu kiranya mengambil yang terbaik untuk pembinaan dalam upaya meningkatan prestasi atlet,’’ ujarnya. (Bambang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed