oleh

BAP Kades Polemaju Jaya Dilimpahkan ke Kejaksaan

-headline-11,469 views

Detik Bhayangkara.com, Koltim – Penyidik kepolisian sektor (Polsek) Ladongi akhirnya melimpahkan perkara Andi Sahabuddin, Kepala Desa Polemaju Jaya, Kecamatan Poli-polia, Kabupaten Kolaka Timur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka. Penyidik menyodorkan perkara Kades yang mengancam warganya sendiri dengan sebilah parang samurai (katana) tersebut pada, Senin (14/12/2020) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Ladongi, Bripka Ulfan Dermawan mengatakan, empat hari setelah surat penyitaan dari pengadilan diterima, mereka langsung mengirim berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka ke kejaksaan.

“Kalau tersangka masih kami tahan di Polsek sambil menunggu informasi dari pihak kejaksaan tentang status berkas tersangka. Kalau sudah dinyatakan lengkap (P21) maka kami akan serahkan tersangka,” ujarnya via pesan Whatsapp kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Pelimpahan tahap pertama ini dilakukan karena penyidik menyimpulkan bahwa berkas perkara tersangka sudah lengkap. Dalam perkara ini, tersangka dijerat ancaman hukum berlapis yaitu pasal 335 KUHP tentang tindak pidana pengancaman (ancaman penjara 1 tahun) serta Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun kurangan penjara, sehingga jika ditotal ancaman kurungan penjara bagi tersangka 11 tahun.

Diberlakukannya UU Darurat dalam kasus tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dimata polisi, perbuatan tersangka memenuhi pelanggaran UU Darurat.

Adapun bunyi pasal 2 ayat 1 UU Darurat 1951: Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal 2 ini adalah tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).

Kasus yang menjerat tersangka ini terjadi pada Kamis (19/11/2020) sekitar pukul 21.30 WITA. Tersangka saat itu datang bersama dua anaknya dan seorang warga sambil memegang sebilah pedang samurai (katana). Kepada korbannya bernama Jamaluddin, tersangka mengajak berkelahi (duel). (tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed