oleh

Direktur PT Delta Nusa Kontruksi Klarifikasi Terkait Kuasa Karsono

-daerah-13,280 views

Detik Bhayangkara.com, Kalbar – Direktur PT Delta Nusa jasa konstruksi (Abdul Gani), merasa sangat di rugikan oleh Karsono. yang mana di berita kannya bahwa PT Delta Nusa jasa konstruksi telah menguasakan pekerjaan di PT BUMN Istaka karya adalah tidak benar adanya. Apalagi memberikan kuasa kepada Karsono.

Menurut Keterangan Abdul Gani kepada Awak Media Bhayangkara.com bahwa, kejadian sebenarnya adalah pengguna nama PT Delta Nusa konstruksi oleh Karsono banyaklah merugikan PT Delta Nusa konstruksi, karena PT Delta Nusa konstruksi selama menjadi sub PT Istaka karya di dalam kegiatan Pelindo II kabupaten mempawah tidak pernah memberikan kuasa, bahkan Karsono banyak mempekerjakan kegiatan di kijing belum pernah membayar kepada pekerja, salah contoh landclearing dan pas batu kali.

”Karsono hanya menjanjikan pembayaran dimana PT Delta Nusa konstruksi sebagai subcon PT Istaka karya, merasa di catut nama untuk kepentingan kepentingan pribadi terkait kegiatan kijing,” ucap Abdul Gani.

Masih menurut Abdul Gani, PT Delta Nusa konstruksi sudah di putus kontrak oleh PT Istaka karya, sudah wanprestasi yang di lakukan oleh Karsono.

”Terkait pemberitaan di media bahwa dimana PT Istaka karya adalah makelar proyek kijing adalah tidak benar, proses penawaran selaku subcon sudah melalui prosedur penawaran terhadap PT Istaka karya,” ungkapnya.

Dan Pelindo II selaku onwer kegiatan selalu melakukan monitoring progres kegiatan secara rutin, bahkan PT Prismawinda juga dalam hal ini tidak pernah memberikan kuasa ke saudara Karsono.

”Dan terkait hal ini kedua PT yang di sudah catut nama nya oleh saudara Karsono akan melaporkan ke Polda Kalbar atas pencemaran nama baik yang di lakukan saudara Karsono terhadap pemberitaan media,” tegas Abdul Gani.

Adi Normansyah selaku Direktur Antar Lembaga DPN lidikrimsus RI,
dalam waktu dekat akan mendampingi Abdul Gani untuk melaporkan hal ini ke Polda Kalbar, karena namanya sudah di catut oleh Karsono, yang mana telah mengaku – ngaku sebagai penerima kuasa dari PT Delta Nusa konstruksi.

”Karsono bukan bagian dari PT Delta Nusa konstruksi dan dia tidak termasuk dalam kepengurusan PT Delta Nusa konstruksi dan saudara Karsono tidak punya kapasitas untuk bicara, dan statemen apa pun lagi membawa nama PT Delta Nusa konstruksi terkait pemberitaan di media,” jelasnya.

Karsono, imbuhnya, bukanlah kuasa dari PT Delta Nusa konstruksi, dan PT Prismawinda yang sudah diucapkannya di media bahwa itu tidaklah benar adanya.

”Abdul Gani selaku Direktur PT Delta Nusa konstruksi tidak pernah memberikan surat kuasa kepada saudara karsono,” beber Abdul Gani.

Dan PT Perwinda juga merasa sangatlah di rugikan terkait pemberitaan di media disebut sebagai pemberi kuasa, untuk Karsono dan dalam mengerjakan kegiatan, serta utang material dan tidak ada kemampuan untuk membayarnya, Karsono dalam pengerjaan khususnya menyangkut finansial keuangan dalam pengerjaan proyek yang hanya mengandalkan tenaga dan mitra kerja setempat tuk berkerja, dan di janjikan pembayaran padahal Karsono harusnya memiliki modal dalam melaksanakan kegiatan bukan malah sebaliknya, meminta dan mencari rekanan dengan iming – iming kegiatan dan SHU kebeberapa kontraktor untuk di lapangan.

Masih banyak material yang masih belum dibayar oleh saudara karsono seperti pasir 550 kubik dengan jumlah 105 juta, minyak solar 8000 liter untuk pengerjaan lencliring dengan jumlah 1.5 milyar, pemakaian semen 700 sak jumlah 50 juta dan exavator dan tukang pekerja juga semuanya belum dibayar.

”Mereka semua penagihannya ke PT Delta Nusa konstruksi yang bertanggung jawab atas pelaksana saudara karsono yang tidak jelas dalam hal ini,” imbuhnya.

Abdul Gani Direktur PT Delta Nusa konstruksi dan PT Perwinda akan mengklarifikasi statement saudara Karsono yang sangat merugikan pihak pihak terkait dalam pemberitaan nya di media terkait prosedur lelang dan mekanisme proyek yg di lakukan oleh Pelindo II dan PT Istaka karya adalah bukan kapasitas tuk berbicara dan membuat statment yang menjustice padahal saudara Karsono berada di ruang lingkup pekerjaan Pelindo II, dan terbukti sangat tidak profesional sebagai pelaksana lapangan dan tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan pekerja serta material yang di gunakan belum di bayar di karenakan alasan kontrak di bayar oleh pihak PT Istaka ini dikarenakan pembayaran terhadap saudara Karsono belum mencukupi progres yang telah disepakati sampai pada akhirnya pekerjaan Karsono di putuskan kontrak sesuai dengan kententuan yang berlaku dan sampai ini saudara Karsono banyak meninggal kan permasalahan di lapangan terhadap pekerja maupun suplayer material bahan bangunan dan lain – lain.

”Apapun yang di buat saudara karsono, itu bukanlah menjadi tanggung jawab PT Delta Nusa konstruksi,” pungkas Abdul Gani. (Syafarudin Delvin, SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed