oleh

SMK Siap Menerapkan Budaya Kerja Industri dan Gerakan Sekolah Menyenangkan

-Pendidikan-10.550 views

Detik Bhayangkara.com, Demak – Maraknya sejumlah sekolah-sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Demak, yang memiliki Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) mendorong untuk membentuk suatu wadah yang mampu memfasilitasi, menjalin komunikasi dan silaturahmi antar sesama tenaga-tenaga pendidik Mata Pelajaran Produktif agar dapat maju dan berkembang bersama serta memiliki kesamaan visi dan misi.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Otomotif Kabupaten Demak terbentuk sejak tahun 2010, yang beranggotakan sejumlah guru-guru SMK Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) se-Kabupaten Demak.

Sejak terbentuk sampai sekarang selalu aktif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti, Penyusunan dan pengembangan kurikulum (Silabus dan RPP), Pelatihan PTK, Pelatihan dari DU/DI, Uji Kompetensi Guru, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Kabupaten dan sejumlah Workshop.

MGMP Otomotif Kabupaten Demak kembali mengadakan kegiatan Focus Group Discussion pada (30 Desember 2020), bertempat di Gedung COE (Center of Excellence) Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Ky Ageng Giri Mranggen Demak.

Acara yang dibuka langsung oleh Ketua MKKS SMK Kabupaten Demak, H. Munhamir, S.E diikuti sebanyak 48 peserta dari 16 SMK Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yang ada di Kabupaten Demak, dengan narasumber Ketua MGMP Otomotif kabupaten Demak, Ketua MKKS SMK Kabupaten Demak dan dari Iduka yaitu PT. Nasmoco Gombel Semarang.

H. Munhamir, S.E dalam sambutannya mengatakan, forum MGMP ini diharapkan bisa untuk mengkaji prosedur pembelajaran dan saling menimba ilmu secara optimal, kreatif-inovatif, sesuai kurikulum.

”MGMP Otomotif merupakan pionir untuk bagi terbentuknya MGMP-MGMP mata pelajaran lain khusus yang diajarkan di SMK,” ucap H. Munhamir, S.E.

Menurut Ketua Panitia, Sugondo M. Fathurrohman, S.T, M.T menambahkan, dalam acara Fokus Group Discussion ini dimaksudkan menyamakan persepsi tentang konsep materi pembelajaran produktif di sekolah.

”Guna mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi ujian kompetensi mengacu dengan standart pada industri,” jelasnya.

Salah satu peserta, Akhmad Hidayad, S.Pd menyampaikan, acara seperti ini berguna untuk me-refresh kembali pengetahuan maupun skill yang dimiliki oleh guru.

”Sehingga nantinya bisa ditularkan kepada peserta didik di masing-masing sekolah mengenai perkembangan teknologi otomotif terkini,” tandasnya. (Sugondo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed