oleh

Oknum Mantan Kades Lau Kecamatan Dawe Diduga Kuat Korupsi Dana Desa TA 2018-2019

-daerah-13,663 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Kudus – Dugaan kasus korupsi Dana Desa ( DD) tahun anggaran 2018 – 2019 yang bergulir di tangan Satreskrim Polres Kudus, kini semakin menguat dengan adanya temuan kegiatan anggaran pembangunan di 14 titik fiktif, yang dilaksanakan oleh oknum mantan Kepala Desa (Kades) yang berinisial HSBS) sebagai pemangku kepentingan Pemerintah Desa Lau Kecamatan Dawe, diduga ada
pembiaran oleh Camat Dawe dan Inpsektorat Kabupaten Kudus.

Ke empat belas jenis kegiatan tersebut dianggarkan secara serentak TA 2018 – 2019, Dana Desa (DD) sebesar RP 1. 314.652.237.

Sejak masuknya permintaan audit ke -14 item pekerjaan tersebut, pihak Inspektorat Kudus telah menyelesaikan dan menyerahkan 14 hasil auditnya kepada penyidik Polres Kudus beberapa waktu lalu, ditaksir kerugian Negara sangat signifikan.

Kegiatan yang diduga merupakan program padat karya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Lau dengan anggaran Dana Desa tersebut, diantaranya, Pembangunan penataan lingkungan pengaspalan jalan, dan beberapa kegiatan betonisasi diwilayah lingkungan Desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.

Hasil audit yang diserahkan kepada penyidik, yakni beberapa pembangunan penataan lingkungan pengaspalan jalan, dan betonisasi jalan lingkungan Desa. Pasalnya, beberapa waktu lalu, pihak kepolisian mengaku sisanya menunggu hasil audit inspektorat kabupaten Kudus.

Beberapa pihak sebagai saksi sudah diminta keterangannya oleh penyidik Satreskrim unit 3 Tipikor Polres Kudus, termasuk keterangan saksi ahli sudah memberikan paparan mengenai dugaan kuat korupsi oleh oknum mantan Kepala Desa Lau, berinisial HSBS tersebut.

Dengan tidak adanya tindaklajut kasus ini di Satreskrim Polres Kudus, maka masyarakat mengadukan kepada Watch Relation Of Corruption Pengawas Aset Negara Repbulik Indonesia ( WRC PANRI) Korwil Jateng yang didampingi oleh awak media yang meminta klarifikasi dan keterangan kepada Kepala Desa Lau saat ini yang ditemui diruang kerjanya,pada Kamis (21 Januari 2021).

Dalam keterangannya menyampaikan kepada Ketua Katim WRC PANRI Korwil Jateng, Noorkhan, SH dan awak media bahwa, selaku Kepala Desa saat ini sangat normatif.

Dengan adanya dugaan kuat korupsi di Desa-nya oleh oknum mantan Kepala Desa Lau priode lalu,
untuk lebih jelasnya RH selaku Kepala Desa Lau saat ini, meminta semua perangkatnya untuk menambahkan keterangan ternasuk Ketua BPD Desa Lau yang menjabat 2 priode ini.

Dalam keteranganya oleh bendahara Desa Lau, kepada Katim WRC PANRI Korwil Jawa Tengah dan awak media mengenai pencairan keungan Desa, sesuai rekomendasi, jadi saya mengikuti saja perintah atasannya, kalau dana tersebut tidak dilaksanakan kegiatan pembangunan atau fiktif, saya sudah mengingatkan beberapa kali dan semua tau.

“Oknum mantan Kades tersebut selalu menjawab pokoknya semua beres dan klir,” tutur Bendahara Desa/Kasi Keuangan.

Bahkan menurut beberapa kadus juga memberikan keterangannya kepada awak media yang sama dan membenarkan hal tersebut.

Berbeda dengan keterangan dari ketua BPD selaku Legislasi/Pengawas Pemerintah Desa Lau, sudah sesuai tupoksinya, saya dan anggota Badan Permusawatan Desa ( BPD ) menindaklajuti hasil rapat yang telah dilaksanakan pada hari Jum,at, 15 November 2019 disertai daftar hadir angota terlampir, membahas evaluasi APBDES TA 2018 – 2019 menyatakan banyak titik pembangunan tahun tersebut fiktif.

Hasil evaluasi selanjutnya dikirim oleh HSBS selalu Kepala Desa saat itu dengan tembusanya kepada Camat, Plt Sekdes, Bendahara Desa, Kasi PMD tingkat Desa, dan Kasi Perencanaan Desa.

Akan tetapi sampai awal tahun 2021 tidak ada penyelesaian, ada apa dibalik semua itu dengan kasus dugaan kuat korupsi oleh oknum mantan Kepala Desa Lau HSBS, sampai saat ini berhenti ditengah jalan tidak di tindaklanjuti…?

Masyarakat semakin bertanya – tanya kepada penegak hukum wilayah hukum Kudus.

Watch Relation Of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia ( WRC PANRI ) Jateng, selanjutnya mengawal pengaduan warga Desa Lau, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus sampai ke meja hijau. ( Sunarso)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed