oleh

Diduga Penerima Bansos di Desa Curungrejo Tidak Maksimal

-headline-11.104 views

Detik Bhayangkara, Kabupaten Malang – Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 sebesar Rp 110 triliun telah disiapkan oleh pemerintah untuk melanjutkan program perlindungan sosial. Dari sejumlah anggaran tersebut rinciannya adalah:

  1. Program Kartu Sembako Rp 45,1 triliun yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp 200 ribu per bulan.
  2. Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah menyiapkan Rp 28,7 triliun untuk 10 juta KPM selama 4 triwulan.
  3. Selanjutnya, untuk bansos tunai pemerintah menyiapkan Rp 12 triliun bagi 10 juta KPM, masing-masing Rp 300 ribu selama 4 bulan.
  4. Kemudian program kartu prakerja Rp 10 triliun.
  5. Bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa Rp 14,4 triliun.
  6. Kemudian ditambah dengan diskon listrik selama 6 bulan Rp 3,78 triliun.

Namun ironisnya, mulai PSBB di berlakukan dan kini menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) masih ada warga Desa Curung Rejo Kecamatan Kepanjen yang belum tersentuh bentuk bantuan apapun jenisnya. Warga yang enggan di sebutkan namanya HW ( inisial, Red ) menyebutkan tidak pernah mendapat Bantuan sosial / bansos .

“Saya tidak pernah mendapatkan apapun, yang katanya BPNT, BST, BLT, PKH,” ucap HW kepada awak media Detik Bhayangkara.com, Minggu (31/1/2021).

Dirinya berharap, mendapatkan bansos karena situasi saat ini benar benar merasakan dampak virus Covid-19 yang tak kunjung selesai, dan kapan berakhirnya juga tidak tahu.

Sekretaris Desa Curungrejo, Kholil menjelaskan, jumlah warganya lima ribu empat ratus dua puluh lima jiwa ( 5425 jiwa ) dengan luasan desa 326 hektare.

” Pengajuan Bansos Covid-19 ini 1400 KK kategori tidak mampu dari jumlah 1500 KK, sedangkan yang 100 KK tidak diajukan sebab di anggap kategori mampu,” ungkap Sekdes Kholil.

Imbuhnya, Sekdes Kholil mewakili Kades Curungrejo, Bagi warga masyarakat Desa Curung Rejo yang mendapatkan bansos ada beberapa macam diantaranya program BST, BPNT, PKH, BLT dan ini tidak boleh timpang atau doble bansosnya, contoh warga yang dapat BST tidak boleh program lain.

“Bagi warga Desa Curungrejo kiranya bersabar jika warganya masih belum mendapat bansos, sebab data yang sudah di daftarkan ke Dinsos kab malang ada 1400 kk yang akan di teruskan pendataan ke pemerintah pusat nantinya yang menentukan warga bakal mendapat bansos adalah pemerintah pusat sementara pemerintah desa hanya mendata warga yang tidak mampu,” ucapnya.

Membuat Repot dan bersalah, kata Kholil, dari hitungan 1400 kk tentunya warga mengharap mendapat bansos, namun jika ada warga belum mendapatkan bansos ini yang menjadi problem pemerintah desa pasalnya warga akan menuntut kenapa si A dapat bansos , si B dapat bansos sedangkan warga Si C tidak mendapat bansos padahal pemerintah desa tidak tahu dan yang menentukan dapat atau tidak bansos itu pemerintah pusat.

“Khusus warga yang terdampak Covid-19 bagi yang belum mendapatkan bansos bisa mendaftarkan diri ke bagian kaur kesra pak modin atau Operator desa dengan membawa KTP dan KK agar di daftarkan ulang ke ke Dinas sosial kab malang yang nantinya di ajukan ke pemerintah pusat,” terangnya.

Ditambahkan Sekdes Kholil, tentang bansos menjadi problematika tersendiri di desa curungrejo , bagi warga yang mendapatkan bansos oke saja namun bagi warga yang belum dapat bagian bansos ini menjadi problem khusus dan pemdes hrs bisa mencarikan solusi warganya.

” Harapnya dari pengajuan bansos yang terdaftar 1400 kk dari jumlah kk 1500 dan warganya total 5425 jiwa sementara 100 kk kategori mampu tidak di daftarkan bansos mengharap semua bisa terakomodir terkaver semua oleh kementrian sosial yang ad adi pemerintahan pusat,” tutup Kholis Sekdes.

Di tempat terpisah, saat di hubungi melalui selulernya Kepala Dinas sosial, Nur hasyim menuturkan, pendaftaran ulang bagi warga yang tidak mampu bisa mendaftarkan diri ke Kantor Desa setempat nanti bisa di daftarkan oleh Operator desa. ( RZ )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed