oleh

Masyarakat Dukuh Bugel Desa Sengon Bugel Ajukan Tuntutan 

-daerah-4,057 views

Detik Bhayangkara.com, Jepara – Mediasi antara pengurus perusahaan PT. Mangkubumi Utama Sejahtera, PT Formosa Bag Indonesia, PT.Century Furnishing Industry dengan warga Desa
Dukuh Bugel, di Rt. 5 & Rt. 6 / RW. 03 Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara bertempat di Resto Bambu Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong,Kabupaten Jepara, Kamis ( 25/2/2021).

Media tersebut dihadiri dari Forkompimcam yakni, Camat Mayong Muhammad Subkhan, S.Sos., MH., Danramil 05/ Mayong Kapten Inf Ngadino, Kapolsek Mayong Iptu Hery Joko Purnomo, S.H, M.H., Petinggi Desa Sengon Bugel dan jajaran perangkat desa.

Warga masyarakat Desa Sengon Bugel melalui Ketua BPD Desa Sengon Bugel Ahmad Faozan, S.Ag. M.Ag., mengajukan tuntutan yang berisikan, tuntutan Proposional Masyarakat Dukuh Bugel sebagai berikut :

  1. Kami sebagai warga di ring -1 perusahaan, menuntut agar mendapatkan jaminan kenyamanan, terbebas dari dampak dengan berdirinya pabrik.
  2. Kami menuntut ganti rugi material, sebagai pengganti kerusakan dan terendamnya barang-barang milik kami.
  3. Kami menuntut dibuatkan sodetan sebagai jalur aliran air langsung menuju ke kali, bukan mengarah ke warga.

Yang melatar belakangi tuntutan dan mediasi ini karena warga masyarakat di wilayah sekitar pabrik pemukimannya mengalami banjir dengan ketinggian sekitar 60 cm yang bercampur lumpur, yang mengakibatkan kerugian harta benda.

Mulyono, S.IP., anggota KPA atau Komisi Penilai AMDAL, sekaligus warga masyarakat peduli lingkungan, merasa sangat kecewa dengan hasil mediasi yang dead lock atau buntu, karena perwakilan dari PT. Century Furnishing Industry dan PT. Formosa Bag Indonesia hadir, namun Ridwan selaku Direktur PT. Mangkubumi Utama Sejahtera (MAS), justru tidak hadir, hanya diwakili oleh anak buahnya.

Dengan ketidakhadiran Direkturnya sendiri, warga masyarakat merasa selalu di bohongi dan tidak percaya lagi oleh PT. MAS, sehingga masalah ini berlarut-larut, bahkan lingkungan warga masyarakat menjadi tidak nyaman akibat terdampak bencana banjir, akibat problem perijinan Amdal dan IMB tidak selesai sejak lama dan berlarut-larut.

Warga masyarakat Desa Sengon Bugel, sangat kecewa sekali dengan hasil mediasi akhirnya walk out, karena merasa sia-sia atas mediasi tersebut, karena selama ini pihak PT. MAS melalui direktur nya Ridwan, hanya janji-janji kepada warga masyarakat tanpa sekalipun terealisasi, dan menepati janjinya, untuk membangun jalan arah masuk dari Pabrik PT. DCP Travelling Product di tepi Jalan Raya Mayong.

Camat Kecamatan Mayong, Muhammad Subkhan, S.Sos, MH menyampaikan
kepada awak media, bahwa tujuan dari pada mediasi ini mempertemukan beberapa pihak, agar bisa mencari solusi dan mufakat yang terbaik bagi pabrik, warga dan lingkungan sekitar dengan mengikuti prosedur.

“Masalah ini kita kembalikan dan laporkan serta konsultasikan ke instansi terkait baik ke DLH, PUPR dan bupati Jepara, agar bisa ada jalan keluar terbaik buat semua peserta mediasi,” ujarnya.

Mengenai IMB dan Amdal, di pabrik tersebut, sudah lama berlarut larut, sehingga memberikan dampak buruk terhadap lingkungan, khususnya bagi warga masyarakat yang dekat atau Ring 1 di lokasi pabrik-pabrik tersebut berdiri berproduksi. (Sunarso )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed