oleh

Jaringan Sutet 150 KV Milik PLN Otam Menelan Korban Jiwa

-daerah-11,885 views

Detik Bhayangkara.com, Boltim –    Jaringan saluran udara tegangan tinggi ( Sutet) 150 KV milik PLN Otam – Tutuyan menelan korban jiwa  yang dialami RM (inisial, Red) (35 th), tertimpa pohon penebangan yang akan di lewati kabel Sutet warga Desa Moyongkota kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ( Boltim).

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar l 16.30 Wita, di perkebunan Moyongkota, Minggu ( 4/42021).

Dari penuturan beberapa saksi yang berada dilokasi kejadian tersebut, Pada saat itu pihak PLN sedang melakukan penumpasan pohon kayu untuk jalur pembangunan proyek tower Sutet, dan diwaktu yang bersamaan korban RM sedang berada di kebun miliknya yang berada di sekitar pelaksanaan proyek tersebut.

“Saat itu Almarhum sedang berada di sekitaran tempat pemotongan kayu, Ketika kayu sudah mulai roboh, Almarhum sempat berlari untuk menyelamatkan diri, namun ranting sudah mengenai bagian punggungnya  sehingga seketika  Almarhum terjatuh,” jelas sejumlah saksi.

Terpisah Babinsa Desa Moyongkota dan Babinkamtibmas, juga menjelaskan bahwa, pihaknya di saat kejadian juga berada di lokasi untuk memantau kegiatan proyek tower Sutet yang sedang beroperasi di wilayah perkebunan Desa Moyongkota.

Ketika itu juga dirinya mendengar ada orang yang tertimpa ranting pohon.

“Saya saat itu sedang memantau kegiatan pembersihan lahan pembangunan tower, tiba – tiba saya ada teriakan dari karyawan PLN bahwa ada orang jatuh terkena ranting pohon kayu kemiri yang telah dirobohkan,” ungkap Babinsa.

Ia juga menambahkan, ketika mendengar teriakan ada orang tertimpa ranting pohon kayu pihaknya langsung bergegas menuju lokasi kejadian dan langsung  melakukan evakuasi dan membawa lari korban menuju Rumah Sakit (RS) Monompian Kotamobagu.

Sayangnya  Setelah 1 jam dalam perawatan medis korban menghembuskan napas terakhir.

menurut Babinsa, sebelum pekerjaan proyek penebangan pohon dilakukan, Dirinya  dan babinkamtibmas sudah mengingatkan terlebih dahulu kepada warga yang memiliki lahan kebun, untuk menghindar wilayah tersebut sebelum selesai aktivitas proyek.

“Kami menginformasikan bahwa sebelum selesai penebangan belum ada yg merapat ke sekitar pohon kelapa atau pohon kemiri yang sementara di potong,” ujarnya.

Kepala Desa Moyongkota Asri Irwanti Mamonto, kepada media ini juga mengatakan, bahwa pihak PLN akan bertanggung jawab atas musibah ini.

“Pihak perusahaan sudah menemui saya dan keluarga korban, mereka akan bertanggung jawab atas kejadian ini,” terangnya.

Lebih lanjut sangadi menyampaikan, ucapan bela sungkawa yang mendalam atas musibah ini, Insya  Allah almarhum Husnul Khotimah dan keluarga yang di tinggalkan di berinya ketabahan.

Diketahui sebagai bentuk tanggung jawab pihak PLN pelaksana Sutet turut hadir di pemakaman Almarhum. (fad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed