oleh

Diduga Ada Penekanan dari Pihak Korban Lakalantas Sebesar 50 Juta, Ormas Pemuda Pancasila Mendatangi Polres Demak

-daerah-11,511 views

Detik Bhayangkara.com, Demak – Ormas Pemuda Pancasila PAC Bonang Kabupaten Demak datangi Kantor Polres Demak sehubungan adanya anggota PP yang sedang mengalami kecelakaan, yang mana mobilnya ditabrak pengendara sepada motor, sehingga beberapa hari kemudian meninggal dunia, akhirnya pengemudi avanza tersebut diduga di tekan harus membayar uang Rp 50.000.000,00(Lima puluh juta rupiah) oleh oknum LSM GMBI sebagai bentuk damai, Kamis (06/05/2021).

Wahyu Bayu Aji Abdurohman(WBA) selaku pengemudi mobil avanza saat terjadinya kecelakaan di Desa Panjunan Kecamatan Bonang Kabupaten Demak, merasa kesal atas tindakan oknum LSM GMBI yang berinisial (TM), diduga memaksa kepada pihak pelaku dengan minta tempo dua hari harus segera melunasi dan memberikan uang tersebut sebesar Rp 40.000.000,00 (Empat puluh juta rupiah) kepada keluarga korban.

Mendengar kabar tersebut rekan-rekan anggota ormas pemuda pancasila PAC Bonang, serta merta datangi polres Demak untuk klarifikasi dengan penyidik atas kasus kecelakaan tersebut.

Kronologi terjadinya kecelakaan lalulintas pada, Senin (12 April 2021) sekira 13.30 wib, keterangan pihak pelaku yang berinisial WBA dijalan raya Demak-Bonang dukuh Panjunan Desa Bonangrejo.

Mobil Avanza yang dikemudikan oleh ( WBA) meluncur dari arah Bonang mau ke Demak(barat), dan dari arah berlawanan Demak mau ke Bonang(selatan)ada mobil box dan waktu di panjunan ada Tratak kematian sebelah kiri arah ke Demak mau ke Bonang(selatan) dan mobil box itu otomatis berhenti karena depan ada tratak kematian, saat bersamaan dari arah selatan, ada motor Honda Supra fit yg melaju kencang, sempat mendahului mobil Avanza yg ada di belakang mobil box tadi.

“Berhubung mobil box berhenti pengendara SPM ambil kanan dan memotong Marka jalan dari arah barat(Demak ke Bonang) WBA pengemudi Avanza hitam yang dari arah barat, sudah minggir ke bahu jalan arah barat,” ucap WBA.

”Akhirnya naas,kecelakan tidak bisa terhindari dan maka terjadilah peristiwa tabrakan dengan korban yang bernama Bahri luka parah, dan secepatnya di Rumah Sakit Umum Demak namun, berselang dua hari kemudian korban meninggal dunia,” imbuhnya.

Setelah korban di makamkan perwakilan keluarga pengendara mobil avanza, Ketua Pemuda Pancasila Bonang Akadun, datang untuk mediasi dengan berikan tali asih ala kadarnya, karena
pihaknya berupaya untuk bertanggung jawab dengan memberikan tali asih untuk selamatan ke tujuh hari, empat puluh hari sampai seratus hari terbilang angka 20jt (Dua puluh juta rupiah) dan korban sudah bisa menerima,

Namun tiba-tiba hadir oknum LSM GMBI yang mendampingi korban tiba – tiba tali asih berubah nominalnya menjadi kisaran angka Rp 50 juta (Lima puluh juta rupiah), sehingga akibat kejadian itu keluarga pengemudi avanza sok berat karena mendengar angka tali asih yang sebesar itu.

Serta beredarnya berita bahwa saudara Kasan anak korban berencana menerima tali asih tersebut namun perkara tetap lanjut, dengar dasar bahwa (KSN) yang merupakan anak korban tidak dalam satu KK(Kartu Keluarga).

”Hingga hari ini, pertemuan terakhir antara pihak pengemudi avanza dan perwakikan pihak pengacara yang berinisial TRM serta merupakan kakak dari TM selaku oknum GMBI perwakilan dari dari korban yang hasilnya tetap pada nilai angka 40 Juta (Empat puluh juta rupiah),” imbuhnya. (Sutarso)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed