oleh

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Rumah Hadi Priyanto

-daerah-11.058 views

Detik Bhayangkara.com, Jepara – Kali ini Peringatan Hari Lahir Pancasila, diperingati di rumahnya Hadi Prayitno, Dukuh Persil, Desa Bondo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin ( 31/5/2021 )

Peringatan ini dihadiri oleh para narasumber dan tokoh-tokoh di Kabupaten Jepara, antara lain, M. Dalhar, S.S. (Sejarawan ), KI. Hendroyono S.Sn (Seniman) ketua PEPADI Jepara, Danang Kristiawan, M.Th (pendeta), Kiai Nur Handy Araswear (pengasuh PP Al-Mubarok / Nahdlatul Ulama), Ninik Anggreani, S.Sos (Tokoh Hindu), Asep Sutisna (Tokoh Muhammadiyah), dan
Mulyadi (Tokoh Budha).

Dialog tersebut bertemakan ” Budaya, Pancasila Penjaga Keberagaman Indonesia “ yang dimulai 19.00 – 22.00 WIB, dengan menghadirkan Moderator kawakan Wienarto, S.Pd.,

Disamping itu hadir pula Babinsa Peltu (K) Candra Yulia Kresnawati anggota Kodim 0719/ Jepara, Ali Burhan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia ( Lesbumi) NU Jepara, Jawa Tengah, Leo Ramli pelaku seni ukir, Sholikul tokoh perpustakaan, Nor Hidayat anggota DPRD dari Partai Nasdem, serta tokoh-tokoh yang lainnya dari berbagai wilayah Kabupaten Jepara.

Hadi Priyanto, dalam sambutannya sebagai tuan rumah acara mengatakan, keberagaman dan kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika akan mempererat keberagaman, Pancasila sebagai payung yang memayungi kita.

”Kita ini dipayungi oleh Pancasila dan kita berharap pertemuan kecil ini, dengan tokoh-tokoh yang hadir mematik dan meletupkan kecintaan kepada Pancasila menjadi embrio untuk mencintai Pancasila sebagai gerakan bersama,” tuturnya.

Hadi Priyanto, mengutip dari ucapan Bung Karno bahwa, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”.

Ninik Anggreani, S.Sos., dari Pura Dharma Loka, Desa Plajan, Pakisaji, Jepara, menguraikan bahwa, nilai keberagamaan menjadi sebuah kekuatan kalau di kelola dengan benar.

”Permasalahan konflik berlatar belakang agama lebih berbahaya dibanding konflik ekonomi dan politik, bahkan kalau Tuhan menjadi landasan dalam konflik agama justru membahayakan,” ujarnya.

Ninik menambahkan, Dalam pluralisme semangat membangun Indonesia dengan cara pandang, sikap dan perilaku kita dalam berpikir moderat cara kita menjadi agen peace campaign atau kampanye perdamaian, dalam lingkup beragama terkait toleransi.

Beberapa panelis yang hadir adalah Nor Hidayat, Suwandi, Sholikul Hadi pemilik usaha mebel Ben Unique sekaligus pemilik Perpustakaan Ben Pinter yang berada di Jl. Jembatan Reco No. 04, desa Banjaran, Jepara dan panelis ke 4 (empat) dalam tanggapan dan curahan pikiran Alifah Roesdiana, S.Pd., dari kampus STIENU Jepara, dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 di rumah Hadi Priyanto.

Hadir pula, Ingga Sutejo Suroto asal Kadilangu, Demak dari Ketua Harian Lembaga Pelestari Budaya dan Sejarah Jepara, menjelaskan, Dialog budaya Pancasila Penjaga Keberagaman Indonesia, Pancasila yang menjaga tapi kita juga harus menjaga Pancasila, begawan-begawan yang melahirkan adalah tokoh hebat melahirkan Pancasila Sakti,kesaktiannya menyatukan perbedaan dan keberagaman dalam Bhinneka Tunggal Ika, pendahulu kita menjaga NKRI dengan pusaka sakti yaitu Pancasila.

Alifah Roesdiana, S.Pd. menambahkan mengenai kerukunan beragama dalam menjaga kerukunan antara agama yang berbeda, dengan toleransi. ( Sunarso )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed