oleh

Edukasi Rehabilitasi Ekosistem Terumbu Karang Buatan

-daerah-11,395 views

Detik Bhayangkara.com, Surabaya – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Edukasi Rehabilitasi Terumbu Karang Buatan yang dilaksanakan di Pantai Sembilan, Desa Giligenting, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, beberapa saat yang lalu.

Menurut sumber Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim, tujuan dari kegiatan tersebut sebagai upaya pelestarian ekosistem terumbu karang sebagai sumber daya hayati yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia. Giat ini dihadiri oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) ‘Jala Sutra’ sebanyak 25 orang yang diketuai oleh Sunaryo. Mengingat kegiatan tersebut dalam kondisi pandemi COVID-19, semua peserta harus mentaati protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Rangkaian kegiatan Edukasi Rehabilitasi Ekosistem Terumbu Karang Buatan ini diisi oleh 2 narasumber, yakni Kepala Seksi (kasi) Pendayagunaan pesisir dan pulau-pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Awalrush Andira, S.Pi, MMA dan Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Edie Ferrydianto, S.Pi, M.M,” ucapnya.

Ditambahkan, acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Bidang Pengelolahan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Edie Ferrydianto, S.Pi, M.M dan dilanjutkan sambutan Plt Kepala Desa Samsul Arifin yang kemudian acara dibuka oleh Awalrush Andira, S.Pi, MMA yang diteruskan dengan pemberian materi.

“Materi yang disampaikan oleh para narasumber meliputi ekosistem terumbu karang buatan, ancaman utama bagi terumbu karang di Indonesia yang notabene adanya penangkapan ikan secara berlebihan serta penangkapan ikan yang bersifat merusak ekosistem laut,” terangnya.

Perlu disadari juga bahwa terumbu karang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sumber makanan bagi banyak biota laut, khususnya ikan.

“Hasil dari acara tersebut diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada peserta akan pentingnya ekosistem terumbu karang sebagai sumber daya hayati yang perlu dijaga, dengan semakin buruknya ekosistem terumbu karang, maka sudah selayaknya peran aktif pemerintah baik pusat maupun daerah untuk lebih melestarikan ekosistem tersebut, ditambah lagi adanya global warming yang akan mempercepat bleaching (pemutihan) terumbu karang,” pungkasnya. (RD”08)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed