oleh

Warga Kalipare dilapokan ke Polisi, diduga menjual Materai Bekas

-headline-12,084 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Malang – Diduga menjual materai bekas, warga Kecamatan Kalipare diadukan ke polisi oleh warga setempat.

Kasus tersebut berawal dari pengadu, HS (inisial, Red) ini merasa dirugikan, lantaran pasca pembelian materai melalui temannya kepada teradu inisial M sebanyak 50 materai, yang patut diduga materai bekas atau palsu.

Kecurigaan HS itu menjadi semakin kuat, setelah dirinya menanyakan keaslian materai yang ia beli dari M tersebut, ke petugas Kantor Pos terdekat, dengan mendapatkan keterangan dari pihak Kantor Pos, jika materai tersebut patut diduga palsu atau bekas terpakai.

“Materai itu biasanya saat akan dipakai, dijilat saja nempel Mas, ini ko ga mau nempel, saya curiga kalau materai ini Palsu, makanya saya datangi Kantor Pos untuk menanyakan keaslian dari materai itu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, petugas Kantor Pos sendiri juga merasa heran dan aneh saat memeriksa materai yang saya sodorkan, hingga akhirnya, petugas Kantor Pos juga menduga kalau materai tersebut layak diduga palsu atau bekas terpakai.

Ditempat terpisah, Agni Suwandaru SH, selaku kuasa hukum HS, menjelaskan perihal pengaduan kliennya, pengaduan ini bukan hanya semata-mata karena kerugian yang di alami kliennya.

“Ya, disamping klien kami mengalami kerugian, jika terbukti teradu ini melakukan tindakan melawan hukum dengan menjual Materai bekas atau palsu, pastinya, negara pun juga mengalami kerugian,” kata pengacara muda jomblo ini.

Masih menurut Aru, terkait dengan kerugian yang dialami negara atas dasar perbuatan yang dilakukan siapa saja, siapapun boleh melaporkan ke yang berwenang.

“Saat ini masih ditangani dan dalam proses kepolisian Polres Malang, klien kami, berikut saksi dan teradu juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik, tinggal menunggu proses selanjutnya,” tandas Aru sapaan akrab putra sulung dari penasihat PWI Malang Yunanto. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed