oleh

Kurangi Beban Pendidikan Akibat Dampak Covid-19

-Pendidikan-10.695 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri – Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang luar biasa di segala sektor termasuk pada sektor pendidikan. Semua upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri agar sektor pendidikan dapat terus berjalan dan mengurangi resiko putus sekolah.

Salah satunya melalui program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban pendidikan dengan menyerahkan bantuan sosial pendidikan. Penyerahan tersebut dilaksanakan secara simbolis di Ruang Pamenang Kantor Pemkab Kediri oleh Ketua GNOTA Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito, (17/11/2021).

“Ini merupakan program dari Mas Bupati Hanindhito Himawan Pramana untuk membantu anak-anak yang terdampak covid 19,” kata Mbak Chica, panggilan akrabnya.

“Harapannya anak-anak bisa menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, semoga bermanfaat dan bisa meringankan serta membantu perekonomian keluarga. Semoga apa yang kalian cita-citakan dapat diraih. Giat belajar dan terus berusaha dengan keras, tetap semangat dan semoga anak-anakku kelak menjadi anak yang sukses serta berguna bagi nusa bangsa,” pesannya.

Mbak Chica menambahkan, bantuan sosial pendidikan bagi keluarga terdampak covid 19 melalui program bantuan sosial ini diserahkan kepada anak sekolah jenjang SMP dan SMA sederajat, senilai Rp1 juta untuk jenjang SMP dan Rp1,5 juta untuk jenjang SMA.

“Sebelum penyerahan bantuan sosial ini, pemerintah juga telah memberikan bantuan psikososial bagi anak-anak dengan mendatangkan psikolog agar beban psikologisnya bisa sedikit berkurang,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko mengatakan, terdapat anak-anak yang orang tuanya meninggal karena dampak covid 19.

“Tentunya pemerintah hadir, melalui gagasan dari Mas Bup dan Mbak Chica, untuk meng-cover kelangsungan pendidikan mereka melalui GNOTA. Kemudian kita data, selanjutnya kita bisa memberikan bantuan kepada 381 anak. Dengan rincian jenjang SMP 196 dan SMA 185 anak,” terang Sujud.

“Jangan sampai karena orang tuanya meninggal, anak-anak tersebut putus sekolah yang disebabkan oleh biaya. Alhamdulillah bulan ini bisa kita cairkan,” pungkas Sujud. (RD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed