oleh

Diduga Security Proyek Pembangunan Gedung RSUD dr. Soedarso Alergi Terhadap Wartawan dan LSM

-headline-10.325 views

Detik Bhayangkara.com, Pontianak – Tim DPN Lidik Krimsus-RI bersama Forum Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat ( FW-LSM ) Kalimantan Barat serta awak media menindaklanjuti berita yang telah terbit sebelumnya, tentang pembangunan pelaksanaan kegiatan Proyek Strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang dibawah naungan dan Pengawasan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (11/1/2022).

Kegiatan pelaksanaan pekerjaan tersebut menyangkut beberapa pembangunan Gedung dikawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso, yang berada dijalan Dr. Soedarso No.1, Bangka Belitung Laut Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pembangunan 6 (enam) lantai RSUD dr. Soedarso Pontianak ini, dibiayai oleh sumber Anggaran APBD provinsi Kalimantan Barat.

Menurut Adi Normansyah selaku tim Investigasi Hubungan antar lembaga DPN Lidik Krimsus-RI dan Ketua Forum Wartawan dan Lembaga Swadaya masrayakat ( FW-LSM) Kalbar mencoba menghubungi malalui via seluler untuk bertemu dengan Ridwan selaku Pengawas pelaksanaan di Proyek tersebut, dan disambut dengan baik.

“Silahkan saya tunggu,” jawab Ridwan yang saat itu keberadaannya di lokasi Proyek untuk monitoring evaluasi pekerjaan yang sedang berlansung.

Akhirnya Tim investigasi DPN Lidik Krimsus RI bersama (FW – LSM) Kalbar dan Awak Media menuju lokasi Pembangunan Gedung RSUD dr. Soedarso.

Saat tim tiba dilokasi Adi Normansyah bersama Syafarudin Delvin, SH langsung menghubungi kembali Ridwan lewat telepon juga, namun beberapa kali melalui sambungan teleponnya tidak diangkat ataupun diresponded.

“Kan ini jadi suatu keanehan dan pertanyaan bagi kami selaku tim investigasi. Kok Dia ( Ridwan) yang ngajak ketemu dilokasi proyek Pembangunan RSUD Soedarso yang sudah dijanjikannya akan bertemu, tetapi beberapa kali menghubungi pun juga tidak diangkat,” kata Adi Normansyah.

Akhirnya tim  mengambil keputusan untuk berjalan menuju lokasi Pembangunan Gedung rawat Inap yang berlantai 6 (enam) tersebut, dan sambil melihat aktivitas dari di ruangan depan sampai ke dalam Gedung. Salah satu tim bertanya kepada seorang pekerja yang sedang memasang kabel, dan sekalian menanyakan keberadaan Ridwan berada dimana, dan dijawab ” tidak tau “.

“Akhirnya Tim Investigasi dan Awak Media, tidak menemukan keberadaan Ridwan selaku Kabid Cipta karya PUPR Provinsi Kalbar. Padahal sebelum berangkat tim sudah menghubungi dan direspond positiv berjanji untuk bertemu dilokasi kawasan pembangunan Gedung RSUD dr. Soedarso. Namun Ridwannya tidak ada ditempat tersebut, awalnya sudah berjanji,” ujar Adi Normansyah.

Tim melanjutkan sambil foto-foto aktivitas yang sedang berlangsung. Berselang tak begitu lama Tim didatangi oleh security dengan seragam lengkap, cuma anehnya, Bed bajunya tanda ke anggotaannya berlabel Polrestabes Semarang dan identitas dibajunya tidak ada nama, dan datang dengan nada kasar dan Arogan untuk menggiring keluar dari gedung, dengan bahasa yang kurang sopan, akhirnya terjadi cek-cok pertengkaran adu mulut, saling klaim serta meminta menunjukkan legalitas satu sama lain.

Tim Investigasi beserta awak media juga mempertanyakan hal yang sama, dimana Security yang jaga tidak lengkap identitasnya, dimana Baju Security, Bed tanda keanggotaannya berlabelkan tulisan Polrestabes Semarang dan dibajunya tidak ada nama.

Awak Media juga menunjukan legalitas dan surat resmi baik dari lembaga maupun dari PERS masing-masing. Akhirnya tampak terlihat bingung kedua Wajah Security tersebut, dan salah seorang Security yang bernama Jamhuri mengatakan kepada tim Investigasi beserta Awak Media, kita jangan sampai di adu domba dengan pak Ridwan.

Kemudian Adi Normansyah juga mengutarakan, bahwa diri nya bertugas di wilayah Kalbar bahkan di seluruh wilayah Indonesia sebagai tim investigasi dari lembaga DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Lidik Krimsus RI sebagai hubungan antar lembaga serta Syafarudin Delvin, SH menunjukan legalitas PERS sebagai ketua FW LSM kalbar. Namun tidak di terima oleh security yang bernama Jamhuri. Sebaliknya juga Tim menanyakan seragam security berlabel Polrestabes semarang. Akhirnya terjadi adu mulut terkait seragam security.

Padahal Jamhuri bertugas dan menjadi Security diwilayah kawasan hukum Polda Kalbar dan Polresta Pontianak, apakah diperbolehkan secara hukum, Ini masih menjadi pertanyaan rekan – rekan awak media. Setelah ketemu Ridwan, ia menjelaskan bahwa Scurity bernama Jamhuri adalah dari perusahaan Kontraktor.

Dalam perselisihan pendapat Jamhuri sempat mengatakan bahwa, dirinya dipekerjakan oleh perusahaan Kontraktor, bahwa dirinya dimandatkan oleh atasannya untuk tidak menerima Wartawan atau LSM untuk meliputi pekerjaan yang sedang berlangsung.

“Ini atas perintah Bapak Gubernur Kalimantan Barat, serta dirinya ditelepon oleh Bapak Ridwan Kabid Cipta Karya, bahwa akan ada Wartawan dan LSM datang, agar tidak diperbolehkan masuk dan diperintahkan untuk keluar dari lokasi ini,” ungkap Jamhuri kepada tim.

Menurut Syafarudin Delvin, SH mengatakan bahwa, ini sangatlah disayangkan hal seperti ini terjadi.

“Padahal sebelumnya bapak Ridwan selaku Kabid Cipta karya PUPR provinsi Kalbar sudah dihubungi sebelumnya, kok bisa terjadi dalam hal ini, ada apa sebenarnya,” ujar Ketua FW – LSM Kalbar.

“Tim Investigasi dan Awak Media datang dilokasi pembangunan, lalu disuruh usir oleh Security, wah ini patut di duga, bahwa Sdr Ridwan adalah Seorang Kabid Cipta karya PUPR Provinsi Kalimantan Barat ini, sudah gerah sama Wartawan dan LSM,” ucap Syafarudin Delvin.

Kembali tim menghubungi Ridwan selaku Kabid cipta karya, dan di jawab, bahwa itu adalah miss komunikasi, dan meminta maaf atas kejadian tersebut .

Akhirnya Ridwan mengajak tim untuk duduk santai di warkop seberang jalan Proyek. Dan Ridwan berharap atas kejadian sebelumnya harap agar dimaklumi saja.

“Bukan kelasnya rekan-rekan untuk tidak meladeni seorang Security,” pernyataan Ridwan ini sangatlah di sayangkan oleh Syafarudin Delvin.

Syafarudin mempertanyakan ulang kepada Ridwan, apakah benar Ridwan mengusir Tim kami, itu ucapan yang keluar dari Jamhuri ( Security) yang Arogan kepada Tim,” apakah itu benar Ridwan menyuruh Security seperti itu, Jangan menakut nakuti kami selaku awak media,” Ridwan hanya diam merasa tidak enak, dan mengalihkan pembicaraan yang barusan kejadian tersebut.

Pembicaraan berlanjut, tim mempertanyakan perihal pembangunan Gedung Rawat inap 6 (enam) lantai Non kelas, yang beserta Hotel untuk pelayanan masyarakat Kalimantan Barat agar lebih baik kedepannya.

Untuk pertanyaan rekan rekan awak media yang telah menerbitkan berita online sebelumnya perihal tidak selesai nya proyek strategis pemerintah provinsi Kalbar termasuk Gedung RSUD dr Soedarso, kenapa pekerjaan tidak selesai pada tahun anggaran 2021 dan masih berkerja di awal tahun bulan Januari 2022. (A. Rakhman Hudri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed