oleh

Masih Berproses di MA dan Belum Inkracht, 7 Alat Berat Menari di Bukit Peti Potolo

-headline-10.100 views

Detik Bhayangkara.com, Sulut – Aktivitas pertambangan ilegal di pengunungan Potolo Desa Tanoyan Kecamatan Laloyan Bolaang Mongondouw (Bolmong) terus mendapat sorotan. Pasalnya, dia sudah melakukan aktivitas yang melawan hukum.

Terbukti, sebelumnya Pengadilan Negeri Kotamobagu telah menjatuhkan pidana 1 tahun penjara, dengan denda Rp 10 juta kepada GL (inisial, Red) pelaku ilegal mining.

Tak kapok-kapok GL diduga tetap melakukan Ilegal mining Sampai di tangkap tim Mabes Polri, dan diproses hukum.

Setelah bukti sudah cukup tim Mabes Polri limpahkan kasus tersebut ke pihak kejaksaan negeri Kotamobagu, selanjutnya dengan proses berjalan kejaksaan negeri limpahkan ke pengadilan negeri Kotamobagu untuk proses sidang sampai putusan oleh hakim pengadilan negeri kotamobagu dengan hukuman pidana 4,6 tahun penjara dan denda 1 miliar,

Terinformasi GL tidak tinggal diam dan mengambil langkah banding di pengadilan tinggi manado, dengan berjalannya waktu pengadilan tinggi manado membatalkan putusan pengadilan negeri Kotamobagu, dan memerintahkan jaksa/penuntut umum untuk mengeluarkan terdakwa dari dalam tahanan.

Selanjutnya, pihak kejaksaan negeri Kotamobagu melakukan langkah kasasi di mahkamah agung, dan kasus tersebut masih berproses di mahkamah agung sampai sekarang belum ada putusan inkracht.

Tetapi herannya masih berproses kasasi di mahkamah agung, GL dan Cs diduga tetap melakukan ilegal mining di lokasi Potolo lahan miliknya.

Hasil investigasi media pada, Jumat (14/01/2022) terdapat 6 unit alat berat excavator dan 1 unit loader yang menari – nari di bukit peti ilegal potolo lahan milik GL.

“Apakah memang ini sudah di berikan nota sakti dari petinggi, sehingga GL Cs tetap berani melakukan peti, atau mendapat pembagian bak penyiraman yang cukup menggiurkan para petinggi.

Media juga berhasil mewawancarai beberapa penambang yang hanya mencari penggalan untuk di jadikan uang buat menghidupi keluarga sempat dilarang untuk mengambil bongkahan batu.

“Padahal itu ilegal kenapa dilarang ?, ini kan milik negara tidak ada izin,” ucap seseorang yang tidak mau di sebutkan namanya dengan bahasanya “sama sama papancuri baku larang kong ngoni apa.

“So pake alat berat kong ilegal lagi,” ucapnya menutupi perbincangan. (F.RI.1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed