oleh

Sat Reskrim Polres Malang Berhasil Mengamankan Pelaku Penjualan Benih Bening Lobster

-Kriminal-10.377 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Malang – Dua pelaku penjualan benih bening lobster  tanpa izin, berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Malang.

Kedua pelaku tersebut yakni, Adi Kuswoyo alias Woyo (46) asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang berperan sebagai pengepul benih lobster, dan Didik Darmaji alias Tukinyong (37) asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang berperan sebagai pengemudi.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny K. Bara’langi mengatakan, Adi Kuswoyo ditangkap bersama rekannya, Didik Darmaji dari penangkapan itu, Polres Malang menyita barang bukti benih bening lobster jenis pasir sebanyak 2.000 ekor di dalam delapan kantong plastik, 250 ekor jenis mutiara, dan 250 ekor benih bening lobster lain dalam satu kantong plastik.

“Jadi Woyo itu mendapat benih bening lobster  ini dari beberapa nelayan. Pelaku membeli benih bening lobster  dengan harga Rp 14 ribu per benih jenis pasir. Sementara BBL jenis mutiara Rp 16 ribu per benih,” ucap Donny dalam press rilis di Polres Malang, Selasa (15/2).

Menurut Donny, selama ini Woyo berhasil membeli 2.000 ekor benih bening lobster  jenis pasir yang diletakkan di dalam delapan plastik bening ukuran sedang bertuliskan PSR.

“Terus juga berhasil membeli 250 ekor benih bening lobster  jenis mutiara yang ditempatkan di plastik dan satu plastik lainnya berisi 250 ekor benih bening lobster . Jadi jumlahnya 2.500 ekor  benih bening lobster ,” jelasnya.

Saat hendak menjual ribuan ekor benih bening lobster itu ke seorang pembeli di sekitar Kecamatan Bantur, Polisi berhasil menggalkannya.

“Benih bening lobster  itu diantar oleh Tukinyong dengan kendaraan roda empat. Mereka (Kedua pelaku) ini kami amankan pada Kamis (10/2) kemarin. Saat ini pembeli masih dalam proses lidik,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam transaksi jual beli BBL tanpa izin itu, Woyo yang merupakan residivis dengan kasus yang sama pada tahun 2017 lalu, berhasil meraup keuntungan hingga Rp 5 juta.

“Ya satu kali pengiriman itu bisa Rp 5 juta sekitar segitu. Atas perbuatannya Woyo dan Tukinyong terancam hukan delapan tahun penjara dan denda hingga Rp 1 miliar,” tegasnya.

“Pasal yang kami kenakan Pasal 92 juncto Pasal 26 Ayat 1 UU RI No.mor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja perubahan atas UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. AK terancam penjara paling lama delapan tahun dan denda maksimal Rp 1,5 miliar,” tandasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed