oleh

Wisata Astana Hinggil Gelar Grand Opening Langsung Dipenuhi Banyak Pengunjung

-daerah-13.086 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Jepara – Astana Hinggil Cafe merupakan salah satu fasilitas dari Astana Hinggil yang dikelola menjadi Destinasi Wisata di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (24/2/2022).

Astana Hinggil gelar acara Grand Opening Cafe langsung diserbu dan dipenuhi pengunjung dan Karangan Bunga Ucapan Selamat dari kolega koleganya.

Turut hadir pula dalam acara tersebut Forkopimcam, beberapa petinggi beserta perangkat, masyarakat dan beberapa awak media, dan dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Gerindra Kapoksi Komisi VIII  DPR-RI, H. Abdul Wachid selaku Owner Hinggil Cafe disaksikan tamu undangan dan ratusan pengunjung dengan penuh antusias.

Hinggil Cafe berdiri di tanah seluas 10 Ha dan terletak dipucak perbukitan setinggi 600-700 (MDPL) atau permukaan laut yang lokasinya terletak di wilayah Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara Jawa Tengah.

H. Abdul Wachid selaku Owner mengatakan bahwa,tempat wisata tersebut pembukaan atau Grand Opening ini hanya untuk cafe saja namun ia juga tidak mengira akan datang banyak karangan bunga sebagai ucapan selamat bahkan pengunjung yang datang tak terbendung.

“Opening secara keseluruhan akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri dan rencana akan diresmikan  oleh Sandiaga Uno Menteri Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,karena begitu banyaknya permintaan dari pengunjung yang meminta agar cafe dibuka dulu,” tuturnya

” Pak jangan pelit dong, tolong cafenya dibuka,” dirinya menirukan para tamu atau pengunjung yang tidak sabar menunggu pembukaannya setelah Hari Raya Idul Fitri.

H. Abdul Wachid mengambil konsep Agro Wisata yang diberi nama Astana Hinggil Somosari, karena terinspirasi bahwa Jepara dikelilingi wisata laut atau pantai, sehingga mengangkat potensi wisata di Desa Somosari dengan mengelola perbukitan sebagai Destinasi Wisata agar tidak jenuh.

“Astana Hinggil menawarkan banyak fasilitas seperti Home Stay berjumlah 13 unit dengan menampilkan Design Joglo,Cafe , Kolam Renang,dan Kebun Binatang skala kecil,” ungkapnya.

Viewnya juga begitu menggoda dengan pemandangan alamnya yang masih asri dan sangat memukau bagi para pengunjung.

H. Wachid juga membuka area tempat bermain anak anak sebagai sarana edukasi bagi anak anak dengan menampilkan alat transportasi zaman dahulu, harapannya anak anak biar tahu seperti apa alat transportasi zama dahulu seperti setrek (pedati) dan dokar (andong) sekalipun hanya merupakan miniatur yang berbahan fiber.

Selain itu Wachid akan menampilkan keasrian pemandangan seperti, sawah sehingga anak anak tahu bagaimana cara petani menanam padi.

Dan tidak kalah pentingnya Wachid juga membuka area perkebunan yang ditanami beberapa jenis diantaranya tanaman pohon Durian Petruk, montong,dan ada juga Durian duri hitam dengan total tanaman Durian sebanyak 600 pohon.

Kemudian ia juga menanam Alpukat, selain untuk konsumsi lokal Ia juga membuka pasaran Internasional diantaranya, Jambu Krystal dan berbagai jenis Jeruk juga ditanamnya.

Mengenai pengairan H. Abdul Wachid  tidak khawatir dikarenakan ada sumber air dari  Gunung Muria dengan ketinggian 1000 (MDPL) yang mengalir sampai ke perkebunan Asta Hinggil sepanjang tahun tidak pernah surut, sehingga tanaman akan tetap segar.

Tidak tanggung tanggung, Ia juga memakai tenaga ahli Insinyur Pertanian yang dibantu warga sekitar untuk merawat bermacam macam tanaman perkebunannya.

Ketika awak media menanyakan siapa saja pemilik Astana Hinggil yg terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Ia mengatakan bahwa, Astana Hinggil adalah milik Keluarga Wakhid, namun Ia enggan menyebutkan estimasi anggaran yang diperlukan untuk menyelesaikan Astana Hinggil tersebut.

“Anggarannya banyak mas tetapi tidak pernah saya hitung, pokoknya ada dana saya kerjakan, sambil tersenyum, ” jelasnya.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa masih akan ada pengembangan area,karena Wachid bekerja sama dengan Perhutani KPH Pati dengan cara menyewa lahan milik Perhutani seluas lebih kurang 12 Ha selama 20 tahun ke depan.

Penataan akses jalan juga sudah direncanakan, jalan saat ini hanya selebar 2.5m dan akan diperlebar menjadi 6m sehingga mempermudah bagi para pengunjung untuk mencapai Agro Wisata Astana Hinggil.

Area lahan Perhutani yang telah disewa akan dibangun tempat parkir, area perkemahan, kios kios souveir juga makanan khas daerah juga disediakan dengan harapan mampu membuka lapangan usaha bagi warga sekitar.

Ia menyadari ke depan pasti ada plus minus diantaranya, pengunjung dari luar daerah bahkan memungkinkan tamu dari luar negeri (touris)  yang kemungkinan sedikit bergesekan dengan norma adat istiadat sekitar dan hal ini tetap menjadi perhatian dan pemikiran bersama.

Kami akan selalu berkoordinasi kepada  forpincam sehingga bisa secara bersama sama saling membantu  terciptanya iklim sejuk dan kondusif.

H. Wachid ketua DPD Gerindra berharap untuk ke depannya Agro Wisata Astana Hinggil mampu memberikan CSR Kepada masyarakat yang kurang mampu,anak anak yatim dan sebagai tambahan bagi pendapatan PAD Desa Somosari. ( Sunarso Jr )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed