oleh

Miris, Dinas Sosial Kota Bogor Bebankan Biaya Listrik Kepada Penyandang Disabilitas

-headline-10.245 views

Detik Bhayangkara.com, Bogor – Penyandang disabilitas yang seharusnya mendapat perlindungan dari Negara, malah merasa terbebani dengan Dinas Sosial Kota Bogor. Hal ini dikeluhkan pengurus dan yang selalu aktif dalam sekretariat Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor.

Seperti anggaran untuk membayar listrik PLN yang malah dibebankan kepada Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor, padahal penyuluh yang berasal dari Dinas Sosial Kota Bogor berdiam di Gedung Loka Bina Karya (LBK) yang menjadi sekretariat Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor, tanpa membantu sedikit pun terhadap para penyandang disabilitas, bahkan bertindak seolah penyandang disabilitas merupakan budak mereka.

Hal ini dibenarkan salah satu pengurus yang berada di Sekretariat Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor, Yadi Maryadi, yang menyebut bahwa biaya pembayaran listrik dan biaya iuran menjadi tanggung jawab PPDI dan tidak mendapat bantuan dari Dinas Sosial Kota Bogor.

“Iya, biaya listrik dan iuran sampah dari kita, dapat dari hasil kumpulan ibu-ibu yang anaknya masuk dalam Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Kota Bogor ini,” kata Yadi, di sekretariat PPDI Kita Bogor, Jumat (10/06/22).

“Sampai sejauh ini sudah setahun lebih para penyuluh dari Dinas Sosial Kota Bogor tidak ada sumbangsih buat para penyandang disabilitas yang seharusnya kita bantu,” tambahnya.

Ditempat yang sama, suara pengurus bidang latihan dan pendidikan di PPDI Kota Bogor, Maswarni Nasution, yang menilai perlakuan terhadap para penyandang disabilitas pun dinilai semena-mena, dimana tidak menghargai keberadaan mereka.

“Iya kadang mereka keperluan pribadi pun minta sama anak disabilitas, tapi tanpa ada penyandang disabilitas itu ditawari. Kayak waktu itu nyuruh pinjam mangkok sama anak disabilitas untuk makan bakso, padahal apa salahnya beri sebungkus untuk penyandang disabilitas itu,” kata yang sering dipanggil Mama Bayu itu.

“Juga terkesan mereka juga acuh terhadap keberadaan kita disini, toh kan harusnya penyandang disabilitas ini bukannya menjadi tanggungan negara, tapi malah pegawai negeri yang membebani para penyandang disabilitas,” pungkasnya. (Abet)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed