oleh

Belum Lunas…!!! Diduga Manajemen Perumahan Grand Jawara Land Dozer Tanah Milik Petani

-headline-10.436 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Malang – Kasak kusuk terkait keresahan petani yang tanahnya dibeli oleh Menegement Grand Jawara Land rencana untuk perumahan yang beralamat di Desa Randu Gading, Kecamatan Tajinan terus menggelinding. Pasalnya, salah satu warga belum ada titik terang pembayaran pelunasan tanahnya tetapi sudah di dozer.

Petani berinisial J menyebutkan, tanah yang dibeli oleh Property Grand Jawara Land dengan harga deal sesuai kesepakatan bersama kedua belah pihak seharga Rp 450.000.- (empat ratus lima puluh ribu rupiah) per meternya dengan total luas tanah 1.000 M2 (seribu meter persegi) dan dengan total harga tanah Rp 450.000.000.- (empatratus limapuluh juta rupiah).

“Pembayaran hanya dibayar melalui titip uang dua kali yaitu, pembayaran pertama berupa titip uang sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) dari Inisial Y dan pembayaran kedua berupa titip uang sebesar 25.000.000.- (dua puluh lima juta rupiah) dari Inisial Y selaku pegawai Perumahan Grand Jawara Land,” ucapnya, Selasa (2/8/2022).

Masih menurut J, bahwa tanah saya yang dibeli oleh Perumahan Grand Jawara Land belum ada pelunasan sama sekali. Namun anehnya, tanah saya sudah di dozer sehingga tanaman saya yang berupa pohon kelapa, pohon sengon laut, pohon kopi, cabe, singkong, buah Pisang, dan buah bentoel semuanya menjadi rusak. Saya kaget sampai saya jatuh sakit saking kagetnya saya.

“Saya tidak terima hal ini, pasalnya pembayaran tanah belum ada pelunasan dari Pihak Perumahan Grand Jawara Land, dan hingga saat ini tidak ada pelunasan serta tidak ada kejelasan, termasuk tidak ada perjanjian. Tentunya saya tidak terima tanaman saya tersebut dirusak,” bebernya.

Terpisah, petani berinisial MT menuturkan ke awak Media, bahwa perihal pembelian tanah milik saya dari Perumahan Grand Jawara Land yang di Dusun Ramba’an, Desa Randu Gading, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang belum lunas semua, hanya sebatas titipan uang pembayaran yang pertama Rp 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) dari Inisial (YN) dan (Al) yang kedua Rp 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) dari Bendahara dan total Rp 20.000.000.- (dua puluh juta rupiah) dengan luas tanah 1.355 M2 (seribu tigaratus limapuluh lima meter persegi) dengan harga Rp 450.000.- (empat ratus lima puluh ribu rupiah) per meternya.

“Kejadian ini membuat saya merasa khawatir dan resah, karena sama sekali belum ada kejelasan terkait pelunasan pembayaran ke Petani-petani dari Perumahan Grand Jawara Land. Hal ini sudah sekitar setahun tiga bulan,” ujarnya.

“Saya berharap ada kejelasan dan ada perjanjian yang jelas, karena hingga saat ini tidak pernah ada perjanjian, semisal kapan pembayaran tanah saya dilunasi. Lah… ini nggak jelas kapan dilunasinya,” harapnya.

Di tempat terpisah, Yuli selaku bidang marketing Perumahan Grand Jawara Land yang beralamat di Kantor Pemasaran Perumahan GRAND JAWARA LAND yang terletak di Dusun Ramba’an, Desa Randu Gading, KecamatanTajinan, Kabupaten Malang saat diklarifikasi tentang pembayaran ke Para Petani menyampaikan, bahwa pihaknya tidak tahu menahu.

“Saya tahunya memasarkan dan menjualkan calon perumahan tersebut,” jawabnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Inisial YN dan Manajemen terkait belum bisa dikonfirmasi. ( RZ )

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed