oleh

Pertama di Indonesia, Lakukan Inovasi Pembenihan Mas Dhito Kembangkan Nanas PK-1.

-daerah-10.265 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri – Banyaknya publik yang mengakui dan tertarik dengan manisnya nanas Pasir Kelud (PK-1), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berkomitmen mengembangkan nanas unggulan Kabupaten Kediri itu mulai dari pembenihan sampai pengembangan kawasan.

Mas Dhito menyebutkan, dari sekian jenis nanas yang di budidayakan di Kabupaten Kediri, nanas PK-1 merupakan nanas unggulan. Nanas yang memiliki ciri mata buah lebar dan tidak ke dalam sehingga mudah untuk dikonsumsi itu dikenal karena rasanya yang manis.

“Kita akan kembangkan mulai dari pembenihan sampai pengembangan kawasan budidaya nanas pasir kelud ini (PK-1),” katanya, Rabu (10/8/2022).

Berbeda dari jenis nanas lainnya pengembangan nanas PK-1 banyak terkendala dalam pembenihan. Sebab, untuk jenis nanas ini jarang muncul tunas baru di sekitar batang sebagaimana yang biasa muncul di jenis nanas lain. Untuk itu, inovasi dalam pembenihan dilakukan untuk mencukupi kebutuhan benih.

Secara detail, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo menyampaikan, inovasi pembenihan yang dilakukan melalui stek batang dimana cara ini belum ada di tempat lain dan di Indonesia baru ada di Kabupaten Kediri. Selain stek batang, dilakukan pula pengembangan dengan kultur jaringan.

“Jadi tidak hanya secara eks vitro (stek batang) namun secara in vitro kita juga berusaha mengembangkan sehingga target kami benih bisa tercukupi,” terangnya.

Lokasi pengembangan pembenihan dan kawasan budidaya nanas PK-1 berada di Kecamatan Ngancar. Adapun lokasi pembenihan nanas PK-1 secara stek batang yang sebelumnya baru satu titik di Desa Ngancar tahun 2022 ini ditambah tujuh titik.

“Untuk pengembangan kawasan yang saat ini 8,5 hektar target kita ada tambahan di tahun 2022 ini menjadi 10 hektar,” urainya.

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dispertabun telah melakukan sosialisasi pengembangan nanas PK-1 dengan menggandeng perbankan dan OJK terkait pembiayaan. Adapun untuk memenuhi kebutuhan pemupukan, dilakukan upaya mengembangkan pupuk hayati khusus nanas. (RD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed