oleh

Dinilai Kurang Fair, Panitia Seleksi Bakal Calon Petinggi Desa Jambu Akan Dilaporkan

-daerah-13,701 views

Detik Bhayangkara.com, Kab. Jepara – Merasa tidak puas atas kinerja panitia seleksi pilihan petinggi (pilpet) dengan hasil seleksi bakal calon petinggi di Desa Jambu yang diduga tidak fair, panitia seleksi pilpet bakal dipolisikan guna mempertanggung jawabkan secara hukum.

Hal ini disampaikan Jn (inisial, Red) selaku kuasa hukum Hr (inisial, Red) salah satu peserta pencalonan petinggi di Desa Jambu Barat Kecamatan Mlonggo yang merasa dirugikan dan dicurangi dalam seleksinya, Sabtu (17/9/2022).

Dalam memenuhi persyaratan administrasi bakal calon petinggi ( Hr ) merasa sudah melaksanakan segala ketentuan yang berlaku, namun menurut Hr hasil yang didapatkan dinilai kurang fair, diduga ada permainan.

“Saya sudah memenuhi semua persyaratan administrasi namun ijazah pelayaran yang saya lampirkan dianggap bukan sebagai ijazah, sehingga saya mempergunakan ijazah SLTA, tentu saja mengurangi bobot nilai persyaratan seleksi, akhirnya saya dinyatakan gagal masuk peserta calon pemilihan petinggi karena dianggap nilainya kurang dan paling rendah,” ujarnya.

Hr menyampaikan, keberatannya karena merasa tidak diperlakukan dengan adil, karena ijazah pelayaran saya tidak bisa saya ajukan dalam persyaratan.

Lebih dari itu ada perlakuan yang tidak fair seperti contoh salah satu peserta berinisial ( AIS )tidak menghadiri saat pembuktian keaslian/keabsahan salah satu dokumen yang dipersyaratkan, namun diloloskan.

“Pada saat pembuktian keabsahan dokumen persyaratan saudara AIS tidak menghadiri, tapi mengapa bisa diloloskan sehingga masuk daftar peserta pencalonan petinggi,” ungkapnya.

Hal ini dinilai pihak Hr bahwa seleksi pemilihan bakal calon dianggap cacat hukum dan harus dibatalkan, agar tidak menjadi polemik.

“Ini jelas merugikan peserta seleksi yang lain, semestinya digugurkan, bagaimana bisa membuktikan keaslian atau keabsahan apabila peserta tersebut tidak hadir? Dari mana panitia tahu kalau dokumen itu asli?,” tegasnya.

Sementara keterangan ketua panitia dilansir dari pemberitaan rekan media bahwa seleksi calon petinggi desa Jambu Ibnu Solkan mengatakan, bahwa pengumuman calon petinggi Desa Jambu itu sudah sesuai ketentuan dan pada saat pengumuman tidak wajib dihadiri oleh para calon dan terkait ijazah,saya tidak pernah melarang untuk menyantumkan ijazah pelayaran.

“Namun yang bersangkutan sendiri yang tidak menggunakan ijazah tersebut dan Hartono lebih suka menggunakan ijazah STLA-nya, ” pungkasnya. (Sunarso)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed