oleh

Ambyar…!!! Tidak Kuat Banyaknya Debu Dari Dampak Pembangunan Bandara Kediri, Warga Bulusari Nggeluruk Balai Desa

-headline-12.442 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri – Tidak kurang dari tiga puluh lebih masyarakat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri mendatangi balai desa setempat. Pasalnya, mereka mengeluh suara bising dan debu yang beterbangan dampak dari pembangunan Bandara Dhoho Kediri, (27/9/2022) sekira 11.00 wib.

Dalam pertemuan tersebut, warga terdampak debu pembangunan bandara mencurahkan semua unek-uneknya, mulai dari efek debu pembangunan bandara, suara bising dan janji adanya bantuan sembako.

Mohammad Arifin warga Bulusari mengatakan, sebenarnya di PT itu kan ada humas, tolong bapak humasnya itu jangan makan gaji buta.

” Humasnya PT itu harus turun survei dan melihat ke masyarakat bagaimana keadaannya, apa programnya dulu, program yang belum disampaikan kemasyarakat. Jadi keadaan seperti gini bapak l, keadaan sedikit-sedikit nggak ngadu gitu Lo pak maksud saya. Masak ada kejadian gini gerudukan ngadu, kan nggak enak to?, tolong humasnya saja dan untuk jalan desa tidak perlu disiram, yang disiram adalah lokasi/pusat asalnya debu bapak,” ucapnya.

Baca Juga : Penjelasan PT. LMA dan WIKA Terkait Debu Dari Dampak Pembangunan Bandara Kediri https://detikbhayangkara.com/2022/10/04/penjelasan-pt-lma-dan-wika-terkait-debu-dari-dampak-pembangunan-bandara-kediri/

“Yang perlu disiram adalah lokasi pemadatan atau apa, itu kan ada program, ada aturan dan ada sistemnya, tolong itu segera dilakukan supaya dampak ini berkurang,” pintanya.

Dijelaskan, bahwa dalam sesi tanya jawab diruangan balai desa Bulusari ada ibu ibu yang mengeluh banyaknya warga (bapak bapak/cowok, istilah Red) yang tidak mendapatkan kesempatan lapangan pekerjaan.

“Mohon pak janjinya pembesar beliau-beliau dulu itu ada prioritas dari lingkungan sekitar proyek bandara mohon untuk dipertimbangkan,” keluhnya.

Warga Bulusari Mencurahkan Semua Unek Uneknya DiBalai Desa Karena Dampak Dari Debu Pyoyek Bandara Dhoho Kediri

“Ini saya tahu yang datang ini hanya LMA, kemari saya sendiri bahkan bahkan bapak bapak sudah tahu dengan video saya. Saya dilingkungan gereja itu warga kami sudah usia lanjut (lansia), jadi saya sendiri yang kesana dan dari K3 menyarankan saya supaya datang sendiri ke konsorsium tetapi kami sebagai warga kami mempunyai kepala wilayah diwilayah kami adalah pak Wo (Kamituwo/Kepala dusun, red) jadi saya mengadu ke pak Wo dan hasilnya untuk jalan pertama kita harus melalui rapat ini dan jika nanti tidak ada hasilnya dan masih lama maka masyarakat punya jalan atau cara sendiri,” ucapnya berapi api.

Sementara itu Sugeng salah satu staf Humas dari PT. Wika gedung saat ditanya terkait pertemuan tersebut mengatakan, maaf saya tadi datangnya terlambat.

“Pertemuan sama warga hari ini adalah masalah debu saja, jadi yang dibahas adalah debu supaya tidak berdebu ya harus segera diatasi, “ucapnya

Senada disampaikan oleh Dida Humas dari Wika, Iya hari ini kita bertemu sama warga Desa Bulusari menyangkut karena masalah debu. Penyebabnya Ini karena hujannya nggak turun turun juga itu.

“Ini kita nanti ngobrol juga sama tim yang ada diproyek,” ucapnya singkat dan terkesan tergesa gesa saat ditanya terkait penanganannya. (RD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed