oleh

Seru…!!! Film Buatan Putra – Putri Demak Kota Wali Ini Siap Tayang di Bioskop Bulan Desember 2022

-daerah-10.188 views

Detik Bhayangkara.com, Demak – Forum Demak Kreatif (FDK) akan meluncurkan film berjudul “Tedunan” di akhir Desember 2022, yang diperankan oleh putra putri Demak Kota Wali tersebut menampilkan Karya Tenun Tradisional yang dihasilkan oleh para pengrajin berasal dari Desa Tedunan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, Rabu ( 23/11/2022 )

Mbah Kakung Tasri’an, begitu kira-kira kami memanggilnya yang masih aktif menenun untuk mengisi hari-hari di masa tuanya ini ketika merasakan dampak pandemi Covid-19.

Tidak hanya dirinya saja, namun juga dirasakan oleh pengrajin-pengrajin sebayanya, dan juga beberapa penenun lainnya akibat dampak dari Covid -19.

Film berjudul “Tedunan “ ini merupakan kisah nyata yang menceritakan polemik di masa pandemi dan inflasi global dikemas dan bungkus apik,dengan mengangkat keindahan Demak Kota Wali secara global, yang kemudian mengerucut ke Desa Tedunan ini.

Selain tenun, di desa kami ini ada beberapa hasil produk yang bisa diangkat sebagai maskot produk desa yang tidak kalah menarik dan estektik.

Zaenal Afif selaku Kepala Desa Tedunan saat dikonfimasi oleh awak media mengatakan, bahwa disamping kerajinan tangan Tedunan,ada juga hasil kuliner tambak yang dikelola dalam produk UMKM, dan beberapa produk lainnya.

“Sebuah karya sederhana dari FDK ini akan terlihat megah karena forum Demak kreatif berkolaborasi dengan Tim Video Grapher dari Cakra Indonesia di pimpin oleh Sigi Mawa Abigali,” ucapnya.

Ershad Salam selaku ketua Forum Demak kreatif ungkap “Film Tedunan” yang berdurasi 30 menit ini memberikan pesan moral yang terinspirasi kain tenun.

“Film ini juga memberikan makna tenun yang penuh filosofi kehidupan budaya dan nilai-nilai luhur nenek moyang yang selalu menarik untuk ditelusuri di era generasi milenial yang perlu kiranya untuk menonton film keren ini,” jelasnya.

Kami bangga dan bersyukur mendapat kesempatan berkolaborasi dengan seniman-seniman hebat dari Kabupaten Demak dalam proses pembuatan film berdurasi 30 menit ini sebagai bentuk apresiasi seni budaya tanah air khususnya di segmen film pendek dan seni teater.

Ershad Salam menambahkan, bahwa kami sudah tidak sabar untuk menampilkan film pendek ini, dan berharap menjadi hiburan seni yang menarik untuk ditonton dan nantinya juga bisa bersaing di ajang festival film Internasional.

“Semoga Film ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda, untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang selalu mencintai budaya sebagai wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia dengan produk dalam negerinya, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya.
Cinta Budaya, Cinta Indonesia,Cinta NKRI,” harapnya. ( ADHI S)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed