oleh

Perumda Tirta Kanjuruhan Laksanakan Penyesuaian Tarif Air Minum Tahap III, Tidak Berlaku Bagi Pelanggan MBR

-Adv-12,517 views

Detik Bhayangkara.com, Malang – Dalam rangka melaksanakan Amanat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan Dan Penetapan Tarif Air Minum, serta Amanat dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 188/775/KPTS/013/2021 tentang Penetapan Tarif Batas Atas Batas bawah Air Minum Bagi Badan Usaha Milik Daerah Air Minum Kabupaten / Kota Se Jawa Timur Tahun 2022, Perumda Tirta Kanjuruhan akan melaksanakan
penyesuaian tarif air minum tahap III sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Malang Nomor : 188.45/379/KEP/35.07.013/2021 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Tirta Kanjuruhan, yang tidak diberlakukan bagi pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ditemui di ruang kerjanya, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan H. Syamsul Hadi S.sos M.M menyampaikan, dalam struktur tarif air minum baru tersebut, tarif dasar air yang pada tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp. 2.900,-/m³ disesuaikan menjadi Rp. 3.400,-/m³ atau naik sebesar Rp. 500,-/m³. Kelompok pelanggan yang membayar tarif dasar terdiri dari pelanggan Rumah Tangga A.2 s/d Rumah Tangga B, Instansi Pemerintah dan TNI/POLRI.

“Bagi kelompok pelanggan yang membayar tarif rendah, yaitu terdiri dari pelanggan Sosial Umum dan Sosial Khusus, tarif yang semula Rp. 2.450,-/m³ disesuaikan menjadi Rp. 2.950,-/m³, atau naik sebesar Rp. 500/m³. Sedangkan tarif air minum bagi pelanggan Niaga dan Industri ditetapkan sesuai tabel terlampir,” ucapnya, (26/5/2023).

Menurutnya, dalam rangka efisiensi pemakaian air, perlindungan air baku dan keadilan, struktur tarif air minum tersebut juga mengandung tarif progresif, serta dilaksanakan secara bertahap dalam 3 tahun, mulai tahun 2021 sampai dengan tahun 2023.

“Struktur tarif Perumda Tirta Kanjuruhan tergolong “sangat terjangkau” karena untuk pelanggan rumah tangga dengan pemakaian 10 m³, hanya perlu membayar harga air ditambah biaya jasa sebesar (10 m³ x Rp. 3.400,-) + Rp. 12.500,- = Rp. 46.500,- atau sebesar 1,4% dari Upah Minimum Kabupaten Malang. Sedangkan sesuai dengan ketentuan, batas maksimal sebesar 4% dari UMK atau sebesar Rp. 130.700,-/bulan,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa proses penyesuaian tarif Tahap III tersebut telah melalui tahapan sosialisasi publik yang dilaksanakan pada, Sabtu (20 Mei 2023) di Kampus Universitas Merdeka Malang, dihadiri oleh Perwakilan Pelanggan, Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Malang (YLKM), serta Team Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka Malang.

Dari Sosialisasi Publik tersebut didapatkan umpan balik berupa dukungan dari perwakilan pelanggan kepada Perumda Tirta Kanjuruhan untuk melaksanakan penyesuaian tarif Tahap III agar dapat mempertahankan serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan maupun masyarakat Kabupaten Malang yang masih belum dapat menikmati layanan air minum. Di samping itu, perwakilan pelanggan juga menyampaikan apresiasi atas :
1. Kebijakan Tidak ada kenaikan tarif bagi pelanggan MBR
2. Kebijakan Bantuan subsidi pemakaian air 10 m³ bagi pelanggan MBR yang benar benar
tidak mampu, dan
3. Kebijakan Bantuan Gratis pemakaian air bagi pelanggan tempat ibadah.

Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan dalam kegiatan tersebut juga memastikan bahwa Program Penyesuaian Tarif Tahap III tersebut tidak diberlakukan bagi pelanggan MBR, karena perusahaan memberikan subsidi sebesar
16% dalam menetapkan tarif rendah.

“Bahkan sampai saat ini, setiap bulan, perusahaan memberikan bantuan subsidi pemakaian air 10 m³ bagi 694 SR pelanggan MBR dan subsidi 100% pemakaian air bagi 546 SR pelanggan tempat ibadah, dengan nilai sebesar ± 800 juta dalam satu tahun. Adapun Penyesuaian Tarif Tahap III ini akan diberlakukan mulai tanggal 1
Juni 2023,” ujarnya.

“Selanjutnya, dalam rangka efisiensi dan pemerataan pemakaian air, serta untuk menghindari lonjakan tagihan, saya mengimbau kepada pelanggan agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air,” imbau Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan.

Kepala Bagian Umum Perumda Tirta Kanjuruhan, Wahyu Dharmawan mengungkapkan, terkait denda 10 % itu berlaku bagi pelanggan yang bayarnya di atas tanggal 20, hal ini berlaku di seluruh PDAM atau Jasa Tirta Kanjuruhan tidak di Unit Bululawang saja, dan itu sudah ada peraturannya.

Masih menurut Wahyu, kami akan segera mensosialisasikan terkait ada kenaikan Tarif Air Minum kepada para konsumen, sedangkan bagi MBR ( Masyarakat Berpenghasilan Rendah ) tidak berlaku.

“Daerah Bululawang air mengalir lancar tanpa hambatan, bayangkan saja jika konsumen jauh di luar kota bahwa air minum ini sangat berharga bisa bisa mengeluarkan uang lebih,” pungkasnya. ( Zak )

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed