oleh

Terlalu Maszeh….!‼️ Mau Memakamkan Warganya Yang Meninggal, Masyarakat Bulusari Harus Mutar-Mutar Jalan di Dua Desa Tetangga..‼️

-daerah-10,688 views

Detik Bhayangkara.com, Kediri – Beredarnya video yang viral di WAG group Kediri terkait pemakan jenasah warga Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kediri yang diangkut dengan mobil pick up. Hal tersebut dilakukan karena jalan desanya sudah hilang dan menjadi runway Bandara Doho Kediri. Dalam video yang viral tersebut dapat dilihat betapa resah dan rasa kecewa masyarakat setempat dalam pemakaman jenasah keluarganya.

Dalam percakapannya diatas mobil pickup, dapat dilihat jelas bahwa warga Bulusari mengeluhkan tidak adanya akses jalan.

“Iki lho akibat jalane adoh..Iki lho…sing pinter-pinter iku piye..dijaluki jalan AE kok nggak Ndang digawekne. Iki lho urusono wargamu…urusono wargamu iku lo pak. Mergawe iku jenenge kurang bertanggung jawab koyo ngono Kuwi,” ucap warga.

“Iki ko wargamu urusono, ucapan itu berkali-kali dilontarkan warga sambil membawa jenazah diatas mobil pickup. Kasihan Mbah modine panas-panas. Jaraknya sangat jauh sekali. Iki lho dadi soro ngene Iki lho…lakone Koyok ngene Iki lho..njaluk tulung sing melek …njaluk jalan gek Ndang digawekne mosok arep ngubur jenasah AE kok kudu muter-muter Koyok ngene iki,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa video yang beredar luas di WAG masyarakat tersebut terjadi pada, Rabu (14/6/2023) dimana salah satu warga dari Dusun Bulusari selatan RT. 11/ RW.03 desa Bulusari, YT (inisial.red) meninggal dan dimakamkan pada sore harinya. Pada saat menuju pemakaman masyarakat harus memutar jauh dan melewati 2 desa lagi yakni desa tarokan dan kaliboto yang jaraknya kurang lebih sejauh 7 km.

Dengan kejadian tersebut maka masyarakat desa Bulusari minta kepada pihak owner bandara minta segera dibuatkan jalan pengganti dari Bulusari ke gunung butak karena jalan sebelumnya diubah jadi runway bandara Doho Kediri.

Warga Harus Lewat Dua Desa Tetangga Yang Jaraknya Sekitar 7 km Untuk Sampai Ke Pemakaman

Menurut pak Mamat (58) warga dusun Bulusari selatan mengatakan, semenjak jalan utama desa hilang warga harus putar jauh.

“Kami warga desa Bulusari pada umumnya sangat merasakan betapa susahnya kami. Sejak jalan desa kena dampak bandara doho kediri warga di dusun disini seakan sudah terputus, mau ke dusun selang, dusun gunung butak dan Sawur saja dan sebaliknya warga harus berputar serta lewat jalan raya provinsi ruas Kediri Nganjuk, melalui desa Tarokan dan kaliboto,” ucapnya Kamis (15/6/2023).

“Kami semua warga mendukung PSN, tapi tolong nasib kami juga diperhatikan, dulu desa kami selalu ramai tapi sekarang sepi karena desa kami dipecah jadi 2 wilayah dan tidak ada akses jalan tembusnya. Warga hanya minta dibuatkan jalan alternatif sebagai pengganti jalan desa yang hilang dan jadi ranway. Beberapa bulan yang lalu sudah ramai sekali diberitakan di media masa juga tapi kok tidak ada tanggapan sama sekali oleh pihak yang punya kepentingan termasuk owner bandara,” terangnya.

Lanjut Mamat, karena sudah merasa tidak ada tanggapan baik owner bandara maupun pemerintah, maka masyarakat mulai mengambil cara sendiri, sekarang sudah mulai pasang sepanduk yang isinya menuntut dibuatkan jalan baru yang dipasang dibeberapa tempat.

“Semoga dengan adanya aksi damai dari warga ini semua stakeholder bisa terbuka hatinya dan segera mengambil tindakan cepat demi konduktivitas masyarakat Bulusari khususnya dan Kediri pada umumnya,” pungkasnya (Bersambung). (RD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed