oleh

LSM PKP Bersama MMN Gelar Do’a Manakib dan Dzikir Bersama Dalam Rangka HUT RI ke-78

-daerah-10,586 views

Detik Bhayangkara.com, Kudus – LSM PKP ( Lembaga Sosial Masyarakat Pemantau Korupsi dan Pemerintah) Karyati.AS selaku ketua yang bersinergi dengan Arwani, SM selaku ketua Majelis Manakib Nusantara ( MMN) dan didukung oleh Drs. Bin Siibiyanto selaku pembina majelis, menggelar Do’a Dzikir dan Manakib bersama yang bertempat di halaman depan pintu gerbang Pemda Kabupaten Kudus, Selasa ( 29 /8 / 2023 ) 09.00 – 11.30 WIB.

Acara tersebut dengan menyediakan 45 ekor ingkung ayam dari berbagai simpatisan yang peduli akan kegiatan tersebut yang akan disuguhkan untuk selamatan.

Gelar Do’a Manakib dan Dzikir bersama ini dengan tujuan yaitu, memperingati HUT RI ke -78, menyongsong hari jadi Kota Kudus, menjelang pemilu 2024,sosial kontrol untuk pejabat Kudus agar tidak korupsi,dan mendoakan pemerintah Kudus beserta masyarakat khusus nya, serta bangsa Indonesia pada umumnya agar selamat dari segala malapetaka,dan menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan Tupoksinya.

Disamping itu, acara tersebut dengan harapan agar pemerintahan Kabupaten Kudus senantiasa aman dan kondusif menuju Kudus semarak sejahtera menjadi ” Gemah Ripah lo jinawi “

Gelar do’a manakib dan dzikir bersama ini dihadiri sekitar 70 orang tamu undangan dari berbagai kalangan diantaranya, Perwakilan dari Forkopimda, perwakilan dari Polres, perwakilan dari kodim, perwakilan dari kecamatan beberapa kepala desa, beberapa Wartawan dari lintas media,beberapa anggota Ormas LMP Kudus, Dewan Redaksi Detik Bhayangkara, beberapa pengusaha, tokoh agama, tokoh masyarakat.
dan masyarakat umum.

Drs Bin Subiyanto selaku pembina Majlelis Manakib Nusantara ( MMN) Kabupaten Kudus dalam sambutannya menyampaikan 6 alasan mengapa menggelar acara do’a dzikir dan Manakib bersama sebagai pengantar do’a untuk perubahan kondisi negeri yaitu:
1.Diujung bulan Agustus ini, kita semua kaum pergerakan lintas generasi disadarkan untuk refleksi diri merenungkan bahwa ternyata cita – cita Kemerdekaan 1945 makin menjauh,dan cita -cita reformasi tidak tersentuh hingga dekade sekarang ini.

2. Ideologi Pancasila teracam,sehingga praktek politik sarat misteri jauh dari ideal,hukum tidak berpijak pada keadilan,kualitas pendidikan menurun, ekonomi terpuruk,budaya atau perilaku manusia khususnya Indonesia bergeser dari nilai moralitas Pancasila, yang mana rasa aman warga sering tidak menentu,juga ketahanan diri bangsa lemah, banyak fakta semakin meningkat penyalahgunaan narkoba, pelecehan agama sering terjagi, fakta ekonomi sedih, daya beli menurun karena pasar sepi yang mengancam hutang negara terus meningkat sangat mengerikan, korupsi terus bertambah secara kuantitatif dan kualitatif.

3. Tata kelola pemerintahan cenderung koruptif ( kontroling kurang) di mana tergambar dari temuan penyimpangan di pusat sampai daerah.

4. Ketika gerakan sosial atau gejolak masyarakat memprotes,terhadang benteng kekuasaan seperti yang dialami oleh buruh dan mahasiswa selama beberapa tahun ini,demikian juga gerakan kaum intelektual senior,total semua kandas tidak sampai di hati penguasa.

5. Rakyat terpelajar milineal menyaksikan ketulian dan kebutaan penguasa,bahkan penguasa bertahan dengan kebohongan dan penyimpangan,sehingga membuat geram jiwa muda milenial ingin perbaikan keadaan demi masa depan minta segera ada perubahan.

6. Karena pokok pikiran dan kenyataan di atas,maka MMN melangkah bukan dengan pergerakan sosial ( demo) dan bukan gerakan intelektual ( kritik Radikal),melainkan memilih “Jalan Gerakan Spiritual ” dengan berdo’a,berdzikir, laku bathin menurut keyakinan.

Bahkan MMN mengajak aktifis demotrans dan jiwa – jiwa perubahan untuk mengikuti gerakan spiritual ini,dengan memohon dan meminta kepada Allah SWT secara utuh menyeluruh bagi kedamaian bangsa, perbaikan atas kerusakan negeri ini.

Juga dalam tahun politik 2024 nanti,kembali Luber dan Jurdil serta aman.

Khususnya Kabupaten Kudus, selamat HUT pada 23 September 2023 mendatang, semoga bisa mencapai cita – cita membangun manusia Kudus yang berkualitas “GUSJIGANG” sesuai dengan slogan Kudus.

Setelah selesai sambutan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an,do’a manakib oleh beberapa ustad yang dipandu oleh ustad Zaim agar acara ini mendapat ridho dari Allah ta’ala, dan pada akhir acara, membuka tumpeng untuk di makan bersama – sama. ( ERNA – ADHI S )

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed