oleh

FKUB Sulut Gelar Doa Bersama, Ciptakan Sulawesi Utara Aman, Rukun dan Damai

-daerah-10,805 views

Detik Bhayangkara.com, Sulut – Berbagai elemen masyarakat Sulawesi Utara bersama Forkopimda Sulut melaksanakan kegiatan doa bersama, di Taman Berkat-Godbless Park Kota Manado, Selasa, 28 (November 2023) 16.30 Wita, dengan tema “Mari Ciptakan Kerukunan dan Situasi Kondusif di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Torang Samua Basudara”.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Jan de Fretes, perwakilan Forkopimda Sulut, para PJU Polda Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut H. Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Sulut Steve H. A. Kepel, Ketua FKUB Sulut, Ketua MUI Sulut, jajaran Pemerintah Kota Manado dan Kota Bitung, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mahasiswa, pelajar dan elemen masyarakat yang hadir sekitar 300 orang.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus FKUB Provinsi Sulut karena telah menggagas kegiatan ini serta menyiapkan kegiatan yang dilaksanakan.

“Apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus FKUB Provinsi Sulut karena telah menggagas kegiatan ini. Apresiasi juga kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar serta seluruh elemen masyarakat yang sudah hadir di tempat ini, antar kita sesama walaupun berbeda kami merasakan keindahan, kerukunan dan kebersamaan di Sulut sangat indah,” ungkap Kapolda.

Ia juga berharap, masyarakat Sulawesi Utara terus mempertahankan kerukunan antar umat beragama.

“Mari kita pertahankan kerukunan antar umat beragama ini, kita harus tidak mudah terprovokasi. Kami berharap masyarakat bijak untuk menggunakan sosial media. Mari kita Introspeksi diri kita untuk kembali ke keadaan semula,” lanjutnya.

Kapolda juga mengajak Pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk berkolaborasi bersama TNI dan Polri guna menjaga stabilitas kamtibmas sehingga dapat beraktifitas dengan aman.

“Kita ucapkan bersama sama Torang Samua Basudara,” ucap Kapolda diikuti oleh seluruh hadirin.

Kegiatan dilanjutkan dengan orasi perdamaian oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh adat, dan dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin oleh 6 tokoh agama yakni Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu. (fadly)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed